Direktorat Jenderal Bina Konstruksi (DJBK) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPRN), menyerahkan Mobile Training Unit (MTU) atau kendaraan pelatihan keliling kepada pemerintah Provinsi Bengkulu.

Direktorat Jenderal Bina Konstruksi (DJBK) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPRN), menyerahkan Mobile Training Unit (MTU) atau kendaraan pelatihan keliling kepada pemerintah Provinsi Bengkulu.

kupasbengkulu.com – Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti, mengatakan salah satu upaya yang harus dilakukan untuk menggeliatkan perekonomian Bengkulu adalah dengan memperluas ruang fiskal.

Untuk mewujudkan ini maka perlu membuka isolasi Bengkulu dan menjalin konektivitas dengan provinsi-provinsi yang berada di sekitar Bengkulu, di antaranya Sumatera Selatan, Jambi, Sumatera Barat, Lampung, dan Bangka Belitung.

“Mutlak untuk memperluas ruang fiskal, omong kosong PAD (Pendapatan Asli Daerah) bisa berlipat ganda kalau ini tidak didandani terlebih dahulu,” ujar gubernur, Kamis (14/04/2016).

Menurutnya, dengan menjalin konektivitas bersama lima provinsi pengapit tersebut, maka Bengkulu yang berada di posisi tengah berpotensi memiliki pasar yang besar. Bengkulu akan diuntungkan apabila mampu mengelola potensi yang dimiliki dengan baik.

“Jika terbangun konektivitas, berarti akan ada sekitar 35 juta jiwa yang menjadi sasaran market awal. Bengkulu diuntungkan dengan potensi yang dimiliki. Tapi caranya kita harus bisa meyakinkan pemerintah pusat dan provinsi tetangga bahwa Bengkulu mampu memberikan kontribusi ke pemerintah pusat, serta memberikan keuntungan bagi provinsi tetangga,” terangnya.

Gubernur menambahkan dirinya meminta tempo waktu sekitar tiga tahun untuk behasil membuat Bengkulu terbebas dari keterisolirannya.

“Berikan tempo tiga tahun untuk mewujudkan ini. Infrastruktur strategis harus dipersiapkan untuk membuka isolasi Bengkulu,” tandasnya. (val)

.