TPID
Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Menanggulangi dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, Pemerintah Provinsi Bengkulu menggelar rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bersama Bank Indonesia (BI), Badan Pusat Statistik (BPS), Pertamina, Dinas Perdagangan, serta stakeholder terkait lainnya.

Diketahui, dari 10 kabupaten/ kota di Provinsi Bengkulu, ternyata baru 5 kabupaten/ kota saja yang sudah membentuk TPID, antara lain Kota Bengkulu, Seluma, Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, dan Muko-Muko. Sehingga diharapkan 5 kabupaten lainnya segera menyusul sebelum tahun 2015.

“Ada kemajuan dari evaluasi bersama Bank Indonesia, dampak kenaikkan BBM terhadap kebutuhan pokok prioritas pada dasarnya tidak ada perubahan, masih sama seperti harga sebelum kenaikan BBM. Perubahan harga yang terjadi pada cabai dan sebagainya memang naik sebelum BBM naik. Kenaikan yang signifikan justru terjadi pada produk pabrikan yang lain, seperti semen, besi beton, dan lainnya,” ungkap Asisten II Pemkot, Edy Waluyo, Senin (24/11/2014).

Diungkapkan Edy, tim TPID merupakan tim terpadu yang terdiri dari banyak stakeholder, sehingga apabila dibutuhkan tim dari Provinsi untuk pembentukan TPID kabupaten, pihaknya akan bergerak cepat. Diketahui sejak awal kenaikan harga BBM, Dolog sudah langsung melakukan operasi pasar untuk mengantisipasi gejolak di masyarakat.

“Dengan operasi pasar, paling tidak itu tidak akan menimbulkan dampak terhadap stok yang ada. Masyarakat ekonomi menengah ke bawah bisa memanfaatkan itu. Sehingga kita usulkan menjelang natal dan tahun baru untuk adakan operasi pasar lagi, misalnya di daerah perkebunan, yang aksesibilitasnya jauh sehingga mengurangi ongkos angkut mereka,” lanjutnya.

Edy juga mengingatkan agar sebelum pembahasan APBD 2015 agar segera melakukan evaluasi lagi tentang harga satuan barang, agar tahun 2015 nanti jangan sampai sudah tertera dalam APBD ternyata tidak bisa dilaksanakan karena harga satuannya berbeda.

“Jadi kita ingatkan juga untuk stakeholder yang terlibat dalam pembahasan APBD 2015 untuk mengevaluasi ulang draft anggarannya disesuaikan dengan harga terkini,” pungkasnya. (val)