Tini

Teni Kustiani, ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Teratai Danau Indah

Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MP) ternyata memberikan manfaat nyata bagi kelompok Ibu Rumah Tangga (IRT) di Provinsi Bengkulu. Salah seorang Teni Kustiani, ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Teratai Danau Indah.

Disebutkan Teni, sejak tahun 2010, dia dan kelompok yang berjumlah lima orang mengajukan pinjaman dari dana bergulir PNPM-MP sebesar Rp 1 juta. Uang tersebut digunakannya untuk membuat usaha makanan kecil seperti pisang sale, keripik pisang, dan rengginang.

“Awalnya hanya Rp 1 juta, namun karena cicilan lancar pinjaman meningkat jadi Rp 3 juta, dan pada tahun 2012 meningkat lagi menjadi Rp 17 juta,” kata Teni, saat memamerkan produk hasil karyanya, Rabu (03/12/2014).

Awalnya Teni dan anggota lainnya yang semua merupakan IRT hanya memproduksi 2 cupak rengginang dan satu tandan pisang saja dalam satu minggu. Namun, karena usahanya mengalami kemajuan, sekarang sudah memproduksi rengginang hingga 7 cupak dalam seminggu. Sedangkan pisang bisa mencapai 4 tandan.

Dalam menjalankan usahanya, kelompok ini memiliki sebuah “aturan main”, yang mana setiap anggota kelompok per satu jam kerja akan mendapatkan upah sebesar Rp 2.500. Sehingga, semakin lama mereka bekerja setiap harinya, semakin banyak pula penghasilan yang didapat. Para anggota kelompok juga diperbolehnya untuk meminjam uang jika ada keperluan tertentu, dan diberi waktu pelunasan. Sedangkan sistem bagi hasil dilakukan setahun sekali.

“Selain mendapatkan upah harian, setiap tahun kita juga ada sistem bagi hasil. Setelah semua kewajiban pembayaran kita lunasi, hasil bersihnya akan kita bagi rata. Kalau ada anggota yang mau pinjam uang juga kita perbolehkan. Misal, dia ingin meminjam uang Rp 500 ribu, kita beri tempo lima bulan pengembalian,” katanya.

Hingga saat ini, sistem bagi hasil sudah dilakukan sebanyak tiga kali. Namun yang masih menjadi kendala adalah dalam segi pemasaran, yang mana baru di wilayah dalam Kota Bengkulu saja.

“Kami ingin mengembangkan usaha ini sampai ke kabupaten lain. Kalau saat ini pemasaran baru dalam kota saja, sehingga ingin pemasaran lebih besar lagi. Harapannya usaha ini dapat terus berjalan,” katanya. (val)