komisi-aids-indonesia

kupasbengkulu.com – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu, Amin Kurnia, mengatakan berdasarkan hasil pengamatannya sejauh ini lebih banyak ditemukan pengidap HIV/ AIDS yang berasal dari masyarakat umum ketimbang dari masyarakat beresiko atau Pekerja Seks Komersial (PSK).

Diketahui, dari tahun 2001 hingga 2014 ditemukan 611 pengidap HIV/ AIDS di Provinsi Bengkulu, dan 106 pengidap di tahun 2014 yang mayoritas berasal dari Kota Bengkulu dengan kelompok usia 17-50 tahun. Provinsi Bengkulu juga tercatat sebagai Provinsi ke enam se Indonesia terbanyak mengidap HIV/ AIDS.

(Baca: Ditemukan 106 Pengidap HIV/ AIDS di Bengkulu)

“Pengidap HIV/ AIDS yang kami temukan bervariasi. Namun sebenarnya lebih banyak masyarakat umum dibanding para PSK dari lokalisasi. Beberapa juga anak bayi yang mengidap HIV/ AIDS dari kedua orang tuanya,” kata Amin, Senin (16/02/2015).

Disebutkan Amin, hal ini karena kebanyakan masyarakat umum yang menjadi ‘pelanggan’ dari PSK dan menularkannya lagi kepada orang lain.

“Yang kita lihat dari yang mengambil obat antiretroviral (ARV) di klinik VCT rumah sakit M. Yunus justru bukan PSK, tapi masyarakat umum. Kan mereka kemungkinan ‘pelanggan’ terjangkit dan menjangkiti yang lain,” katanya.

“Kita berharap pemerintah daerah lebih maksimal lagi dalam mengupayakan pencegahan HIV/ AIDS karena kita ingin posisi Bengkulu sebagai provinsi ke enam dalam hal HIV/ AIDS ini perlahan bisa berkurang,” tandasnya. (val)