Panglima TNI Jenderal Moeldoko beserta istri tiba di Bengkulu

Panglima TNI Jenderal Moeldoko beserta istri tiba di Bengkulu

Bengkulu, kupasbengkulu.com – Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal TNI Moeldoko mengatakan tes keperawanan bagi calon prajurit perempuan

“Melihatnya dalam kacamata positif, tidak ada unsur diskriminasi itu adalah bagian dari persyaratan,” kata Moeldoko saat ditemui usai mengisi kuliah umum di Universitas Bengkulu Rabu 20 Mei 2015.

Moeldoko menjelaskan tes keperawanan merupakan bagian dari persyaratan bagi para calon prajurit perempuan. Baginya tidak ada unsur pelanggaran dalam hal ini.

“Itu adalah bagian dari persyaratan, instrumenya adalah itu, pelanggarannya dimana?,” ungkapnya.

Ada tiga standar, kata Panglima untuk menjadi seorang prajurit TNI yakni mental, intelektual, dan fisik. Tes keperawanan menjadi salah satu ukuran atau standar dalam bidang fisik.

“Meski begitu kita juga tidak membabi buta, kita juga mencari tahu penyebabnya dan dokter yang dapat menjawab hal itu, misalnya apakah karena jatuh saat berkuda atau dia seorang atlit karate dan sebagainya,” jelas Moeldoko, yang juga berkesempatan memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa seprovinsi Bengkulu pada kunjungannya tersebut.

Seperti diketahui tes keparawanan untuk mendaftar calon prahurit TNI sempat mendapatkan protes berbagai pihak, karena dianggap hal itu tidak ada pengaruh terhadap kemampuan seseorang.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Apriyono (28) Penjangkau Lapangan Kantong Informasi Pemberdayaan Kesehatan Adiksi (Kipas), karena tes keperawanan tidak memiliki korelasi terhadap tingkat kemampuan seseorang.

Malah menurutnya, ketimbang melakukan tes keperawanan, tes HIV AIDS bagi calon anggota Polri maupun TNI itu lebih masuk akal.

“Karena saat ini banyak anak muda sudah terjangkit HIV AIDS, alangkah lebih baiknya jika tes HIV AIDS yang dilakukan bagi calon prajurit TNI maupun Polri,” tegasnya.(kps)