Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi  selama Pilkada

kupasbengkulu.com, Bengkulu – Berdasarkan data yang dirilis Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bengkulu mencatat sejak Triwulan I hingga Triwulan III tahun 2015, pertumbuhan ekonomi Bengkulu terus mengalami penurunan.

Diketahui pada Triwulan I pertumbuhan ekonomi Bengkulu di angka 5,43 persen (yoy), kemudian pada Triwulan II 5,23 persen (yoy), sedangkan pada Triwulan III turun lagi hingga 5,17 persen (yoy).

“Di sisi permintaan, perlambatan ekonomi bersumber dari konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor. Daya beli masyarakat Bengkulu selama Triwulan III 2015 masih menunjukkan trend penurunan. Sedangkan di sisi sektoral, pertanian, kehutanan, perikanan, dan perdagangan juga mengalami penurunan,” ujar Manager Unit Asasmen Ekonomi dan Keuangan BI Perwakilan Bengkulu, Doni Iwan Kristanto, Rabu (25/11/2015).

Kendati demikian BI memprediksi pada Triwulan IV pertumbuhan ekonomi Bengkulu akan mengalami peningkatan. Salah satu pemicunya adalah Pilkada serentak yang akan digelar pada 9 Desember 2015 mendatang.

Menurutnya secara tidak langsung jelang Pilkada ini akan terjadi peningkatan pada konsumsi rumah tangga.

“Berdasarkan pengalaman saat Pilkada biasanya memang akan terjadi peningkatan daya beli masyarakat, konsumsi rumah tangga akan naik karena ini dianggap sebagai pesta demokrasi,” lanjutnya.

Sementara, tercatat juga Nilai Tukar Petani pada Triwulan III 2015 sebesar 92,48 persen lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 94,43 persen. Tekanan daya beli tersebut seiring dengan penurunan harga komoditas dan melambatnya permintaan ekspor.

“Harga komoditas karet dan batu bara mengalami penurunan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Harga internasional karet turun dari 2,02 USD/KG pada triwulan lalu menjadi 1,66 USD/KG di Triwulan III. Begitupun dengan harga internasional batubara yang turun dari 52,84 USD/MT menjadi 48,62 USD/MT,” pungkasnya.(val)