Ilustrasi (Gambar: Istimewa)

Ilustrasi (Gambar: Istimewa)

kupasbengkulu.com, Lebong – Warga Desa Talang Ratu Kecamatan Rimbo Pengadang dikejutkan dengan tewasnya remaja putri berusia 17 tahun. DA yang masih duduk di bangku kelas XI SMAN 1 LS tersebut ditemukan tewas tergantung dengan menggunakan dasi sekolah yang diduga miliknya sendiri didalam kamarnya pukul 17.00 WIB, Selasa (28/12/2015).

Kapolres Lebong AKBP, Zainul Arifin,melalui Kabag Ops, AKP Gusti Putu Adi Wirawan, SIK didampingi Kapolsek Rimbo Pegadang, Ipda Sriyanto mengatakan pihaknya baru menerima informasi kejadian tersebut pukul 22.00 WIB. Dari informasi tersebut, dirinya bersama anggota Polsek Rimbo Pegadang langsung menuju ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Namun saat tiba dilokasi, korban sudah dievakuasi oleh warga.

“Berdasarkan hasil identifikasi dan data yang dikumpulkan, korban ditemukan tewas gantung diri di kamarnya menggunakan dasi sekolah yang diduga milik korban sendiri. kondisi korban sudah tidak lagi gantung diri. Namun sudah meninggal dunia,” kata Kapolsek.

Dari keterangan yang berhasil didapat kepolisian dari dua orang saksi yakni Jeli warga setempat yang merupakan teman korban dan bapak korban atas nama Rodi Haryantoni (48), bahwa sebelum kejadian diketahui bapak korban sedang tidak berada dirumah yakni sedang pergi menjaring ikan. Sementara keterangan lainnya, hingga hari ini (Rabu) korban diketahui tidak ada masalah serius baik di keluarga maupun disekolah. Hanya saja untuk mengetahui motif pastinya, masih dilakukan penyelidikan.

“Motif korban untuk mengakhiri hidupnya belum bisa kita simpulkan. Karena situasi saat ini tidak memungkinkan untuk melakukan penyidikan lebih lanjut,” sambungnya.

Selanjutnya pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan visum terhadap putrinya. Keluarga juga sudah membuat pernyataan yang diketahui oleh RT dan Kades setempat.

“Pihak keluarga sudah mengikhlaskan kepergian korban walaupun dengan cara tidak wajar. Keluarga juga membuat surat pernyataan yang diketahui RT dan Kades untuk tidak dilakukan visum. Untuk perkembangan lebih lanjut masih kita dalami,” demikian Kapolsek.(spi)