Pembentukan tim pemenangan di Kediaman Kopli Anshori, SE (kemeja putih tengah) bersama masyarakat dan tiga partai pengusung.

kupasbengkulu.com, kepahiang – Musim petik kopi di wilayah Kabupaten Kepahiang, diperkirakan terlambat hingga dua bulan dari biasanya sekitar Februari. Ini diperkirakan setelah kemarau panjang yang terjadi di tahun 2015 lalu.

“Kemarau panjang yang melanda Kepahiang khususnya, telah mengakibatkan musim petik kopi terlambat beberapa bulan. Kita perkirakan, musim petik bisa dimulai sekitar April hingga Mei nanti,” sampai Kepala BP4K Kepahiang, Aidil Fitri Syaifudin, pada Senin (4/1/2016).

Meski terlambat, tidak begitu berpengaruh pada hasil panen kopi seperti yang sempat dikhawatirkan oleh banyak petani kopi selama ini.

“Produktivitas bisa saja menurun. Tapi, tidak terlalu seperti yang ditakutkan oleh banyak petani, apalagi sampai gagal panen,” jelas Aidil.

Terpisah, petani kopi asal Desa Langgar Jaya, Salim, juga memperkirakan musim petik kopi akan terlambat hingga dua bulan.

“Dilihat dari bakal – bakal buah kopi setelah diguyuri hujan belakangan ini, tidak begitu berpengaruh pada hasil. Hanya saja, kita baru bisa memetik sekitar April bahkan juga Mei,” ungkapnya.(slo)