kupasbengkulu.com, Bengkulu Utara – Semenjak dipanggil Kejari Bengkulu Utara (BU) Rabu (13/1/2016), untuk klarifikasi kasus dugaan gratifikasi mutasi 77 kepala sekolah (kepsek) 11 November 2015, Kadis Dikbud Bengkulu Utara, Tajul Akhyar, susah ditemui oleh awak media yang ingin meminta klarifikasi.

(Baca: Mutasi Kepsek, Kadis Diknas Bengkulu Utara Diperiksa Jaksa)

Dihubungi melalui handpone dan SMS, Kadis Dikbud, Tajul Akhyar, tidak ada jawaban, begitu juga ditemui di kantornya, Kamis pagi (14/1/2016).

“Pak Kadisnya tidak ada di ruang kerja, tadi dia ngantor lalu pergi katanya ada urusan kantor,” ungkap Sekretaris Dikbud Bengkulu Utara, Helmi.

Helmi juga mengatakan, ia tidak tahu persis kemana Kadis Dikbud pergi, dan ia pun menyangkal jika atasannya tersebut di panggil oleh Bupati Bengkulu Utara, Imron Rosyadi, soal kasus dugaan suap mutasi 77 Kepsek.

“Saya tidak tahu, apakah pak Kadis di panggil Bupati atau pun yang lainnya,” jelas Helmi.

Ditempat terpisah, Tim Sus Kejari Bengkulu Utara, mulai mengirim surat panggilan kepada beberapa Kepsek, guna pengembangan penyidikan.

“Saya sudah tandatangani surat pemanggilan terhadap Kepsek yang terkait guna pengembangan kasus ini, untuk dapat di mintai klarifikasi,” pungkas Kajari Bengkulu Utara, Gde Ngurah Sriada.(Jon)