kupasbengkulu.com, Kaur – Pembukaan Pasar Pagar Batu yang baru dan telah difungsikan pada minggu ini di Desa Tanjung Aur II Kecamatan Tanjung Kemuning membuat warga antusias, pasalnya lokasi pasar sangat luas dan sarana prasarana juga telah disediakan seperti los-los untuk tempat berjualan. Luas lahan pasar ini mencapai tiga (3) hektare, yang sebagian memang belum dibersihkan untuk pasar.

Dari sarana dan prasana yang ada warga mengeluhkan keadaan dilokasi yakni tempat lahan parkir yang sempit, jalanan macet akibat sebagian jalan yang belum diaspal dan licin, sehingga warga menggunakan jalan satu arah untuk keluar masuk pasar, hal ini menyebabkan kemacetan. Selain itu penataan pasar masih kurang.

Dalam kunjungan Bupati Kaur Hermen Malik beserta kepala kantor dan instansi terkait melakukan tinjauan pada pasar tersebut serta bertemu langsung dengan Kepala pasar, Kepala Desa Aur II serta Camat Tanjung Kemuning. Bupati Kaur memberi kesempatan kepada pihak terkait untuk mengeluarkan pendapat dan keluhan mengenai pasar yang baru saja diresmikan ini.

“Disini warga yang berjualan datangnya masih malam ntuk mempersiapkan dagangan mereka, kadang-kadang jam 3 malam sudah dipasar, karena tidak ada penerangan mereka membawa alat penerangan seperti senter. Oleh sebab itu kita meminta supaya Pemda memberikan fasilitas lampu dipasar ini. Juga pedagang banyak mangeluh karena tidak adanya mushola, karena mereka datang sebelum subuh, otomatis mereka solat ditempat ini, sedangkan saat ini mushola belum tersedia. Selain itu juga kami meminta pengaspalan jalan kelur itu, supaya tidak terjadi kemacetan lagi. Yang terakhir lokasi pasar yang becek dan berair ini sangat menganggu kenyamanan pedagang dan pembeli,” ungkap Syahril yang merupakan Kepala Pasar Pagar Batu.

Bupati Kaur Hermen Malik memenuhi semua permintaan dan tuntutan pihak pasar dan warga. Dikatakannya untuk lokasi pasar yang digenangi air akan ditimbun dan itu tugas Dinas Pekerjaan Umum untuk menyelesaikannya dalam jangka waktu dua hari. Sedangkan kemacetan akan diatur oleh pihak dinas perhubungan.

“Untuk penerangan pasar seperti lampu itu diserahkan pada ESDM supaya sesegera mungkin memasangkan lampu dipasar ini beserta lampu sorot sebanyak tiga buah. Dan juga masih tugas ESDM untuk mengalirkan air dari sumur bor menggunakan piva. Lokasi tempat solat sementara waktu bangunan KB belum di fungsikan, kita fingsikan sebagai mushola sementara. Juga Pintu WC umum segera dipasang. Nah supaya tidak mengganggu pasar keberadaan Rice Miling juga akan dipindahkan,” ujar Bupati Kaur Hermen Malik.(**)

penulis : menty saputri