Lalat

Bengkulu Utara, kupasbengkulu.com – Ada 130 Kepala Keluarga (KK) di lingkungan Perumahan BTN Villa Bukit Anyar, Desa Karang Anyar II, Kecamatan Arga Makmur dikeluhkan dengan banyaknya lalat yang menyerbu warga.

Disinyalir, lalat serta bau bangkai yang menyengat tersebut berasal dari usaha peternakan ayam potong yang letaknya sekitar 30 meter dari pemukiman warga.

Jasman, S.Ip selaku Ketua RT setempat mengatakan, keresahan tersebut sudah terjadi sejak enam bulan belakangan. Dimana lalat yang tak terhitung lagi jumlahnya tersebut kerap datang dan masuk ke rumah warga, bahkan disertai bau bangkai menyengat.

Alhasil, menurut Jasman, aktifitas warga menjadi terganggu lantaran lalat-lalat tersebut kerap hinggap di teras, jalanan, bahkan masuk ke dalam rumah warga.

“Kasihan warga, apa lagi kalau sudah masuk rumah, makanan kami juga takut tercemar penyakit, ” kata Jasman, kemarin Selasa, (9/2).

Keresahan warga inipun sebelumnya sudah dikordinasikan kepada pemilik peternakan, hanya saja tidak ada tanggapan. Sebab, pemilik usaha yang juga warga Kecamatan Kota Arga Makmur ini selalu beralasan.

Sehingga membuat warga marah, dan ingin melakukan aksi tutup paksa, beruntung aksi tersebut masih bisa diredam. Selain itu juga warga mempertanyakan bahwa usaha peternakan ayam yang berjumlah sekitar 6.000 ekor tersebut memiliki izin dari pihak pemerintah atau tidak.

Jika memang tidak memiliki izin, sesegera mungkin pihak Pemerintah bertindak, jangan sampai keresahan masyarakat ini berlarut lama.

“Setiap kami temui pemiliknya katanya masih menunggu alat penyedot kotoran yang harus didatangkan dari Lampung. Tapi sampai sekarang, tidak ada realisasi. Dalam waktu dekat ini kami warga, akan membuat surat penolakan ke pihak Kepolisian, DPRD, BLH bahkan ke Pak Bupati sekalipun,” demikian Jasman.(jon)