illustrasi

illustrasi

Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Salah satu lokasi di daerah Kota Bengkulu yang hingga saat ini diduga masih menjadi sarang persembunyian personel LGBT (Lesby, Gay Bisex dan Transgender), tepatnya lokasi tersebut diketahui berada di Gedung Olahraga dan Pemuda Jalan Sawah Lebar Kota Bengkulu.

Banyak cerita menarik di belakang layar ruangan yang luas, namun cahaya lampu jalan malam yang sedikit menyinari gedung ini. Sudah lama aktivitas ini menjadi perbincangan masyarakat kota setempat, tak pelak terkadang para sesama jenis khusunya kaum “Homo” seksual dijadikan transaksi “honey money”. kupasbengkulu.com Jumat malam (26/02), mencoba menginvestigasi salah satu pemain transaksi HHM (Homo Honey Money) ini.

Panggil saja Bayu (bukan nama asli.red) (29) warga Jalan Kampung Bali, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu, berpenampilan layaknya wajah gadis belia dengan dibaluti dress berwarna merah jambu. Dirinya sering terlihat saat waktu menunjukkan pukul 24.00 WIB, sesekali kerap merayu dengan melambaikan tangan ke beberapa pengendara yang melintasi lokasi tersebut.

Saat ditanya, dirinya mengakui sudah lama melakoni pekerjaan tak lazim ini. Perubahan drastis dirinya terjadi, saat masih menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di Kota Bengkulu, mengambil jurusan perhotelan.

Walapun dirinya juga menyadari saat kecil ia akrab bersama sahabat-sahabat perempuan, terkadang pula dalam keseharian Bayu kecil sering bermain dan bercanda tawa bersama lawan jenisnya.

Perceraian kedua orang tuanya pun menjadi alibi perubahan Bayu. Dimana Bayu saat itu sering dipelakukan kasar oleh ayah tirinya. Sehingga Bayu yang masih baru duduk kelas 10 SMK ini, terpaksa mengikuti ibu kandungnya. (Bersambung)