Cagar budaya

Cagar budaya kawasan wisata budaya Tabut Bengkulu.

Bengkulu, Kupasbengkulu.com– Cagar Budaya makam Imam Sanggolo alias Syech Burhanudin di Kerabela Kelurahan Padang Jati Kota Bengkulu, terabaikan.

Padahal beberapa tahun lalu, Pemerintah Iran peduli dan sempat menghibahkan dananya hingga ratusan juta rupiah bagi kepariwisataan Kota, khusunya Provinsi Bengkulu, terutama saat berlangsungnya pembuangan Tabut ditiap tanggal 10 Muharram, Tahun baru Islam.

Kini kondisinya menyedihkan. Di pintu gerbang makam hancur, pohon rubuh dibiarkan, hingga terkesan angker saat malam menjelang.

Kondisi inilah yang membuat mantan Kadis Pariwisata kota Bengkulu, Ir A Syiafril tidak habis fikir dengan pemerintah yang ada. Bukan lantaran dirinya ikut andil dalam perapian cagar budaya itu, tapi ini demi kecintaannya terhadap Kota Bengkulu, yang berharap banyak PAD dari kepariwisataan.

“Cagar budaya ini kalau dahulu memang saya urus. Bila malam ada penerangan, semak-semak yang ada dibersihkan. Tapi pas sayo udah dicempak (Pensiun-red) orang, idaknyo lagi yang ngijo itu. Di mana peran Pemda kota?”, katanya.

Padahal kita punya Perda No 14 th 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bengkulu, khususnya tindak lanjut 3,46 hektar kawasan wisata budaya Tabut di Kerabela itu.

“Coba lihat pasal 43 huruf g, hanya perhiasan saja”, jelasn Syiafril usai menontot pawai HUT Kota Bengkulu.(bb)