mematahkan air

Tradisi mematahkan air

Kaur, kupasbengkulu.com – Patah Ma’e atau mematahkan air muara sungai merupakan tradisi musiman masyarakat di Kabupaten Kaur yang dihelat setiap terjadi banjir atau air sungai besar.

Biasanya patah ma’e ini dilakukan di sungai yang terhubung langsung dengan air laut. Moment itu dijadikan warga yang tepat untuk mengambil ikan, didalam sungai dengan cara membuang air di sungai ke laut.

Tradisi ini digelar warga Desa Sekunyit, yang mana masyarakat bergotong-royong membuang air sungai ke laut dengan cara mengeruk pasir di ujung sungai yang menghalangi air menuju ke laut. Setelah air terbuang warga berramai-ramai masuk ke sungai untuk mencari ikan di sungai tersebut.

“Patah ma’e ini musiman, jika air sungai besar saja dipatahkan. Dan tua muda warga turun ke sungai untuk mencari ikan,” pungkas Sirat (39) warga Desa Sekunyit, Jumat (31/10/2014).

Meskipun bau air bercampur tanah sangat menyengat, namun tidak menyurutkan langkah puluhan warga untuk turun ke sungai mencari ikan. Terlihat air sungai sudah menghitam dan banyak ikan-ikan yang mengambang dipermukaan air, karena mabuk akibat dari tanah air sedikit dan terlalu keruh karena banyak warga yang turun untuk mencari ikan.

Ikan-ikan yang didapat wargapun berbagai jenis, dari yang besar hingga yang masih kecil-kecil. Ikan yang didapat yakni ikan Mujahir, Gabus, Saluang, dan banyak ikan lainnya.(mty)