IMG_0282
Kota Bengkulu, kupasbengkulucom – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam “Suara Mahasiswa UMB Bersatu” berkumpul di depan gedung DPRD Provinsi Bengkulu untuk menyuarakan aspirasi mereka.

Unjuk rasa ini dilakukan dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada 20 Mei 2015 kemarin. Namun sayangnya kali ini para mahasiswa tak dapat bertemu dengan para anggota dewan dikarenakan sedang tidak berada di tempat dengan berbagai alasan.

Tak berbeda dengan tuntutan yang disuarakan mahasiswa beberapa waktu lalu, mereka mendesak agar pemerintahan Jokowi-JK untuk menasionalisasikan seluruh aset di Indonesia yang dikuasai asing. Mereka juga menuntut agar pemerintah menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan mengembalikan subsidi, serta tegas memberantas korupsi di tanah air.

“Kami menuntut agar anggota dewan bisa menyampaikan aspirasi kami ke pusat. Kami meminta rezim pemerintahan Jokowi-JK tegas dalam berantas korupsi di Indonesia. Kalau tidak anggota dewan, siapa lagi yang menyuarakan aspirasi kami?,” teriak Iqbal Hafsari, Koordinator Lapangan, Kamis (21/05/2015).

Iqbal mengatakan pihaknya berharap setelah ini ada pembicaraan langsung kepada presiden terkait tuntutan mereka. Pihaknya juga berharap agar ke depan nilai tukar rupiah dapat menguat dan Indonesia keluar dari IMF dan PBB.

“Kami merasakan sakitnya ketika BBM naik. Belum lagi pihak asing yang mengeruk habis semua kekayaan negara ini. Rezim Jokowi-JK terlalu banyak pencitraan dan umbar janji. Mereka harus pertanggungjawabkan amanah yang dipercayakan kepada mereka,” katanya.

Sementara, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Provinsi Bengkulu, Hendra Purnama tampak menemui para mahasiswa. Dia menyampaikan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya dapat melaporkan tuntutan ini kepada para anggota dewan.

“Kebetulan saat ini seluruh anggota dewan sedang tidak berada di tempat. Kalian sebagai pemuda dan agen perubahan berkewajiban menyampaikan aspirasi masyarakat. Saya janji dalam waktu sesingkat-singkatnya lakan melaporkan hal ini ke anggota DPRD,” demikian Hendra.(val)