Jumat, Januari 28, 2022

Bayi yang Akrab dengan Lebih dari Satu Bahasa Lebih Cerdas

Baca selanjutnya

illustrasi (Istimewa)
illustrasi (Istimewa)

kupasbengkulu.com – Bayi kerap mendengar dua bahasa atau lebih di lingkungan kesehariannya, mendapatkan keuntungan ganda terkait perkembangan kognitifnya.

Menurut para ahli di Singapura, hal ini dibuktikan dari sejumlah anak batita yang memiliki IQ dan hasil tes terbaik.

Para peneliti dan ahli medis mengatakan dua bahasa (bilingual) yang dimaksud tak melulu bahasa Inggris dan bahasa lokal. Mengingat banyak negara yang memiliki ragam budaya dengan ciri khas bahasa tersendiri.

Seperti disarikan Daily Mail, hasil temuan tersebut menggunakan jenis penelitian berkelanjutan. Maksudnya, penelitian ini mempelajari satu subjek terhadap beberapa objek dalam waktu yang panjang. Tujuannya, untuk mendapatkan hasil yang konkrit dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sejumlah ibu dan anak di Singapura turut terlibat dalam penelitian ini. Mereka dibagi dalam dua kelompok, bayi dari keluarga bilingual dan bayi dari keluarga yang berkomunikasi dalam satu bahasa (monolingual). Kemudian, para bayi diperlihatkan dua jenis gambar beruang dan serigala secara terus menerus.

Hasilnya, bayi bilingual lebih tanggap terhadap suatu gambar dibandingkan bayi dari keluarga monolingual. Tak hanya itu, bayi dari keluarga bilingual ditemukan cepat bosan dan jenuh terhadap satu gambar yang dipertunjukkan berulang-ulang.

Ternyata, sikap cepat bosan pada bayi, menurut para peneliti, merupakan indikasi tingkat kecerdasaan bayi yang di atas rata-rata dan perkembangan kognitif yang sangat baik.

Hasil uji terbaik pada bayi bilingual melingkupi kemampuan non-verbal, eskpresi, komunikasi, dan tingkat IQ. Bayi yang familiar dengan ragam bahasa dipercaya memiliki otak yang lebih efisien dalam menanggapi dan memahami tantangan. Alhasil, kelak mereka dewasa, mereka cenderung cepat dalam mencari jawaban dan memecahkan persoalan.

“Tes gambar merupakan langkah sederhana dalam melihat kemampuan dan kecerdasan bayi saat mereka tumbuh dewasa. Tes ini terbukti mampu memprediksi seberapa pesat perkembangan kognitif seorang bayi,” jelas Leher Singh, Associate Professor, Department of Psychology at the National University of Singapore’s Faculty of Arts and Social Sciences.

Penelitian ini dipublikasikan secara online di edisi terkini Child Development Journal.

sumber: kompas.com

- Advertisement -

Genap Setahun, Kapolri Usung Semangat Transformasi Polri yang Presisi

Kupas News, Jakarta – Jenderal Listyo Sigit Prabowo genap menjabat satu tahun menjadi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), hari ini, setelah dilantik oleh...

Pemkot Bengkulu Raih Predikat Standar Kepatuhan Pelayanan Publik

Kupas News, Bengkulu – Ditahun 2021, standar pelayanan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu kembali meraih piagam penghargaan predikat kepatuhan tinggi standar pelayanan publik dari Ombudsman...

Dua dari Tiga Pelaku Curanmor di Seluma Masih Dibawah Umur

Kupas News, Seluma – Tiga orang tersangka berinisial RP (17) , AL (17) dan DH (20) terlibat Pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Ketiganya merupakan warga...

Gubernur Rohidin Pastikan Alokasi Dana KUR Sentuh Industri Kecil

Kupas News, Bengkulu – Provinsi Bengkulu kembali mendapatkan penambahan alokasi kuota Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Pemerintah Pusat yang akan disalurkan melalui Bank Himbara...

Bengkulu Masuk 10 Besar Nasional Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik

Kupas News, Bengkulu – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu berhasil mendapatkan predikat Baik dengan perolehan nilai 2,79 di atas Provinsi Jawa Tengah yang mendapatkan nilai...

Terbaru