Senin, Agustus 15, 2022

Bayi yang Akrab dengan Lebih dari Satu Bahasa Lebih Cerdas

Baca selanjutnya

illustrasi (Istimewa)
illustrasi (Istimewa)

kupasbengkulu.com – Bayi kerap mendengar dua bahasa atau lebih di lingkungan kesehariannya, mendapatkan keuntungan ganda terkait perkembangan kognitifnya.

Menurut para ahli di Singapura, hal ini dibuktikan dari sejumlah anak batita yang memiliki IQ dan hasil tes terbaik.

Para peneliti dan ahli medis mengatakan dua bahasa (bilingual) yang dimaksud tak melulu bahasa Inggris dan bahasa lokal. Mengingat banyak negara yang memiliki ragam budaya dengan ciri khas bahasa tersendiri.

Seperti disarikan Daily Mail, hasil temuan tersebut menggunakan jenis penelitian berkelanjutan. Maksudnya, penelitian ini mempelajari satu subjek terhadap beberapa objek dalam waktu yang panjang. Tujuannya, untuk mendapatkan hasil yang konkrit dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sejumlah ibu dan anak di Singapura turut terlibat dalam penelitian ini. Mereka dibagi dalam dua kelompok, bayi dari keluarga bilingual dan bayi dari keluarga yang berkomunikasi dalam satu bahasa (monolingual). Kemudian, para bayi diperlihatkan dua jenis gambar beruang dan serigala secara terus menerus.

Hasilnya, bayi bilingual lebih tanggap terhadap suatu gambar dibandingkan bayi dari keluarga monolingual. Tak hanya itu, bayi dari keluarga bilingual ditemukan cepat bosan dan jenuh terhadap satu gambar yang dipertunjukkan berulang-ulang.

Ternyata, sikap cepat bosan pada bayi, menurut para peneliti, merupakan indikasi tingkat kecerdasaan bayi yang di atas rata-rata dan perkembangan kognitif yang sangat baik.

Hasil uji terbaik pada bayi bilingual melingkupi kemampuan non-verbal, eskpresi, komunikasi, dan tingkat IQ. Bayi yang familiar dengan ragam bahasa dipercaya memiliki otak yang lebih efisien dalam menanggapi dan memahami tantangan. Alhasil, kelak mereka dewasa, mereka cenderung cepat dalam mencari jawaban dan memecahkan persoalan.

“Tes gambar merupakan langkah sederhana dalam melihat kemampuan dan kecerdasan bayi saat mereka tumbuh dewasa. Tes ini terbukti mampu memprediksi seberapa pesat perkembangan kognitif seorang bayi,” jelas Leher Singh, Associate Professor, Department of Psychology at the National University of Singapore’s Faculty of Arts and Social Sciences.

Penelitian ini dipublikasikan secara online di edisi terkini Child Development Journal.

sumber: kompas.com

Kanwil Kemenkumham Bengkulu Sosialisasikan Kekayaan Intelektual Manusia

Kupas News, Bengkulu – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kakanwil Kemenkumham) Provinsi Bengkulu Erfan mengatakan, kekayaan intelektual adalah hak yang...

54 Paskibraka Bengkulu Siap Kibarkan Merah Putih 17 Agustus Besok

Kupas News, Bengkulu – Setelah melalui seleksi dan pemusatan latihan, sebanyak 54 Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Bengkulu Tahun 2022 dikukuhkan Gubernur Rohidin...

Garda Rafflesia Minta APH Usut Proses Lelang Puskesmas Pondok Suguh

Kupas News, Bengkulu – Proses lelang Renovasi-Penambahan Ruang Persalinan Puskesmas Pondok Suguh Tahun 2022 di Dinas Kesehatan Mukomuko turut menjadi perhatian aktivis lembaga swadaya...

Polisi Temukan 24 Paket Ganja Dikontrakan Warga Kebun Ros

Kupas News, Kota Bengkulu - Prestasi ditorehkan kembali oleh Ditresnarkoba Polda Bengkulu yang berhasil mengungkap penyalahgunaan Narkoba dengan menangkap seorang tersangka berinisial MO (37)...

Kejuaraan Tenis Meja Bengkulu Resmi Ditutup

Kupas News, Bengkulu - Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah secara resmi menutup Kejuaraan Tingkat Provinsi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Tahun 2022 sekaligus menyerahkan...

Terbaru