Bengkulu Utara, kupasbengkulu,com – Penanggulangan bencana berupa tanah longsor seringkali lamban dalam penanganannya. Hal itu disebabkan pihak Dinas PU Bengkulu Utara minim dengan alat berat. Sementara alat berat yang ada, usianya sudah tua dan sering rusak.

Ketua Komisi III DPRD Bengkulu Utara, Mohtadin kepada kupasbengkulu Utara, mengatakan, tidak ada alasan pihak dinas PU Bengkulu Utara lamban dalam menangani bencana. Karena, Bengkulu Utara yang rawan bencana itu adalah tanah longsor. Untuk itu, kata dia, pihak dinas terkait hendaknya jangan berdiam diri dengan mengandalkan alat berat yang ada. Artinya, upaya yang dilakukan ajukan dana tersebut, sehingga dewan dapat membahas pada anggaran kedepannya.

“Memang melihat kondisi alat berat yang tersedia di dinas PU kondisinya tidak layak lagi. Butuh alat yang baru,” terang Mohtadin.

Lain lagi yang dikatakan Kepala Dinas PU Bengkulu Utara, Maswandi, kepada kupasbengkulu.com, tidak membantah lambannya dalam penangganan kasus bencana longsor karena tidak didukung dengan alat berat yang memadai.

Adapun alat yang dibutuhkan,Gleder dan eksavator. Kedua alat tersebut besar fungsinya dalam menindaklanjuti ketika ada tanah longsor. Kemudian kata dia,pihaknya setiap tahunnya pihaknya sudah mengajukan kepada dewan untuk dianggarkan dana pembelian alat berat tersebut.

“Setiap pembahasan APBD,kita sudah sampaikan hal itu dengan dewan. Menyadari dengan keterbatasan anggaran daerah,kita juga mencari cela mencari dana bantuan dari pusat,”demikian Maswandi.(jon)