illustrasi

illustrasi

kupasbengkulu.com – Kasi Pengadaan Bulog Divre Bengkulu, Rahimudin, mengatakan saat ini pihaknya sedang membentuk tim khusus untuk mengumpulkan beras hasil panen para petani.

Dia mengatakan tahun ini target pembelian beras petani di Provinsi Bengkulu lebih tinggi. Hal ini dalam rangka mengantisipasi membanjirnya produk beras sehubungan dengan keberhasilan pemerintah meningkatkan produksi beras.

“Pembelian beras yang dilakukan bisa dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG) dengan harga Rp 3.700 per kilogram, atau bisa juga beras langsung dengan kadar standar yang sudah ditentukan Bulog,” ujarnya, Selasa (29/03/2016).

Dia mengatakan pihaknya menargetkan sekitar 8.000 ton beras untuk stok Bulog berasal dari petani Bengkulu sendiri. Selama ini memang Bulog tidak memasang target untuk membeli beras dan gabah dari petani Bengkulu karena persediaan pada tingkat petani sangat kecil.

“Petani yang mau jual dalam bentuk gabah akan tetap dibeli sesuai standar mutunya. Namun kebanyakan petani di Bengkulu tidak terbiasa menjual dalam bentuk gabah, tapi menjual beras di tingkat penggilingan,” lanjutnya.

Dia menambahkan, bagi petani yang ingin menjual gabah atau beras ke Bulog dapat langsung menghubungi pihak Bulog agar segera dijemput ke lokasi.

“Memang biasanya beras petani sebagian besar tidak masuk standar Bulog karena kadar air cukup tinggi dan tidak bisa disimpan terlalu lama di gudang. Namun jika mereka menjual gabah ke kita, maka kita akan lakukan pengeringan sesuai dengan sistem yang kita punya sehingga beras petani bisa disimpan dengan baik. Kita berharap dapat membeli yang sesuai standar,” pungkasnya. (val)