Sabtu, Mei 18, 2024

Cerita Maestro Tenun Zaman Penjajahan Asal Seluma, Duha

duha
Hj Duha bersama kain tenun tua yang dibuat sebelum kemerdekaan

Seluma, kupasbengkulu.com – Ia tak lagi muda, usianya yang menginjak 82 tahun adalah bukti yang cukup, untuk menunjukkan bahwa ia pernah merasakan bagaimana Indonesia sebelum merdeka.

Matanya masih dapat mengenali orang di sekelilingnya dengan baik. Telinga yang masih tajam, derap langkah yang tak goyah. Garis keriput di wajahnya tak terlalu menggelayut, bibirnya kerap menyungging senyum kala ia bercerita.

Daster berbahan katun dan jilbab membalut tubuhnya. Sebuah gelang identitas jemaah haji hingga saat ini masih ia kenakan ketika, kupasbengkulu.com menemuinya.

“Gelangnya bagus, saya suka pakai gelang,” itulah jawabannya kala ditanya mengapa ia memakai gelang itu meski telah beberapa tahun pulang menunaikan ibadah haji.

Pertemuan jurnalis kupasbengkulu.com dengannya penuh kesan. Seorang maestro tenun dari Desa Kampai Kecamatan Talo Kabupaten Seluma. Berbincang dengannya, tak ubah mengulas sejarah tenun di kabupaten ini, di Provinsi Bengkulu ini.

Jangan tanya apakah ia masih cakap menenun, karena ia tak pernah lupa secuilpun cara ia mendapatkan sehelai kain penutup tubuh kala zaman perang.

“Untuk menyelesaikan satu baju kami butuh waktu 6 bulan,” ia bercerita seraya menunjukkan satu satunya kain tenun kuno yang dijahit saat Indonesia masih berjibaku melawan penjajah.

Sepotong kain tenun berwarna biru usang dan sedikit pudar. Teksturnya lebih tebal dan kasar dibandingkan tenun yang ada saat ini. Warnanya pun tak beragam dan tak ada motif.

Hj Duha, begitulah ia biasa disapa. Nama yang singkat, tak demikian dengan cerita hidupnya. Bagi anak cucunya ia ibarat sejarah yang bisa bicara sekaligus guru tenun yang mahir. Begitu pula saat kupasbengkulu.com berbincang dengannya soal tenun sejak dahulu.

Menurutnya untuk mendapatkan sehelai kain tenun, ia dan semua orang saat itu harus menanam kapas terlebih dahulu. Kapas baru dipanen setelah 3,5 bulan. Kemudian mereka harus membuat sendiri benang dan mewarnainya yang memakan waktu 1,5 bulan. Terakhir proses menenun sehelai kain yang memakan waktu 3-4 minggu.

”Kalau tidak mau membuat kain berarti kami harus memakai kulit kayu,” ia bercerita dengan gamblang.

Hj Duha melanjutkan ceritanya tentang cara menggunakan kain tenun pada zaman dahulu.

“Kami pakai dua potong, satu untuk atasan satu untuk bawahan,” ujarnya sambil mempraktekkan dengan tenun usang ditangannya.

Cara pakai yang ia tunjukkan sangat sederhana. Pada bagian atasan hanya dililitkan seperti menggunakan kemben. Sedangkan bagian bawah seperti menggunakan kain biasa.

“Begitulah cara kami berpakaian dulu. Meski pakaian kami sederhana dan terbuka tapi kami tetap menjaga kehormatan serta menghargai adat. Kalau pacaran jaga jarak, dan kami para perempuan biasanya memanfaatkan lelaki yang mendekati kami untuk membantu menenun. Tidak macam macam,” cerita Duha, dengan mimik serius yang justru mengundang gelak tawa anggota kelompok tenun bumpak Desa Kampai yang ikut mendengarkan pembicaraan kupasbengkulu.com dengannya.

Ia bersyukur, sekarang setiap orang bisa mendapatkan aneka busana dengan mudah. Tersedia pula bermacam jenis bahan dan pilihan warna. Seiring kemajuan zaman, dunia busana memang memiliki perkembangan pesat.

Bahkan saat ini bicara busana bukan lagi soal melindungi tubuh tapi gengsi dan bisnis ! Sejalan dengan itu menenun tak lagi menjadi satu satunya cara mendapatkan sehelai kain. Namun tenun tetaplah bagian dari sejarah yang kini menjadi bagian dari seni.

“Walaupun orang zaman kini bisa dapatkan baju dengan mudah, kami minta tetaplah lestarikan kain tenun. Supaya ingat perjuangan nenek moyang agar lebih bersyukur” Hj Duha tersenyum.

Penulis : Evi Valendri, Kabupaten Seluma.

Related

Rombongan Gubernur Rohidin Laksanakan Sholat Idhul Adha di Alun-alun Kota Tais

Kupas News, Seluma - Gubernur Rohidin Mersyah beserta istri...

PT. FBA Masih Beroperasi, Ibu-ibu di Seluma Kembali Melakukan Aksi

Kupas News, Seluma – Sudah tak terhitung berapa jumlah...

Pengedar Samcodin di Seluma Ditangkap Polisi

Kupas News, Seluma - Tim Unit Tipidter Sat Reskrim...

Polisi Beberkan Kronologi Kasus Kakak Bunuh Adik di Seluma

Kupas News, Seluma – Setelah sebelumnya Tim Gabungan Satreskrim...

Tak Terima Ditegur, Pemuda Semidang Alas Maras Aniaya Tetangga

Kupas News, Seluma - Satuan Unit Reskrim Polsek Semidang Alas...