Cuaca Buruk, Ikan Mahal di Kaur

0

Penjual Ikan di Kaur

kaur, kupasbengkulu.com – Cuaca buruk akibat dari badai yang melanda seminggu terakhir menyebabkan nelayan di beberapa pelabuhan di wilayah Kabupaten Kaur terpaksa memarkirkan perahunya dan berhenti melaut.

Hal ini berdampak pada harga ikan yang melambung, karena beberapa Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Pelabuhan stok ikan berkurang, dan sejumlah pedagang di pasaran juga sepi karena harga ikan yang semakin mahal.

Terlihat di pinggiran pantai sepi dari nelayan dan para pembeli ikan yang biasanya menunggu nelayan dari melaut, hanya sederetan perahu yang nampak terparkir dan tanpa penghuni.
Ombak besar yang disertai angin kencang ini membuat nelayan terpaksa tidak melaut dan memilih berhenti sementara dan menunggu cuaca kembali normal untuk melaut.

Salah satu nelayan Desa Sekinyit Tasman mengungkapkan nelayan terpaksa tidak melaut karena menghindari terjangan ombak dan angin kencang. Tidak hanya itu melaut disaat cuaca buruk seperti ini tentunya hasil yang diperoleh sangatlah sedikit, bahkan ada yang tidak mendapatkan ikan sama sekali.

“Angin kencang dan cuaca seperti ini, untuk melaut itu sangat berbahaya, selain keselamatan terancam juga ikan yang diperoleh sangatlah sedikit bahkan tidak jarang pulang dengan tangan kosong. Jika ikan mahal dengan cuaca seperti ini wajar-wajar saja. Karena stok ikan di TPI berkurang dan permintaan terus terjadi,” ungkap Tasman.

Hal yang sama diungkapkan oleh Sukardi salah satu penjual ikan di Desa Sukaraja membenarkan jika cuaca seperti ini ikan pasti mahal.

Dikatakannya untuk ikan jenis beledang biasanya dijual Rp 5.000 per ekor menjadi mencapai Rp 10 ribu per ekor sedangkan untuk jenis tongkol yang biasanya Rp 10 ribu per kilogram menjadi Rp 15 ribu per kilogramnya, termasuk juga jenis ikan laut lainnya.

“Kalai cuaca buruk seperti ini, nelayan tidak ada yang melaut, oleh karena itu berdampak pada harga ikan yang mahal,” tutup Sukardi.(mty)