DBD

kupasbengkulu.com, kota bengkulu – Dari perhitungan dan data Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Demam Berdarah Dengue (DBD) kemungkinan meningkat di tahun 2015. Pasalnya, baru berjalan setengah tahun lebih kasus DBD sudah mencapai 230 kasus.

Walaupun dihitung dari tahun lalu sebanyak 315 kasus, namun hal ini sudah terhitung dari januari hingga Desember akhir tahun 2014, sedangkan ditahun 2015 terhitung sudah mencapai 230 kasus yang terhitung mulai dari januari hingga Juli akhir. Jadi, apabila di perhitungkan, kasus DBD saat ini bakal mencapai 400 orang.

“Saat ini hampir mendekati dari tahun sebelumnya, tapi perhitungan kita belum genap setahun. Mungkin bisa lebih dari yang kita perhitungkan,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu Herwan Antoni.

Faktor utama yang menyebabkan penyakit ini terutama yakni kondisi cuaca yang berubah, kepadatan penduduk, kondisi daerah yang kumuh dan kurangnya kebersihan serta kesadaran dari masyrakat. Akibat dari hal itu, jentik naymuk terus berkembang dan menyebar ke tempat penduduk lainnya.

“Saat ini yang paling banyak kasus DBD untuk di Kota Bengkulu yakni di Kecamatan Gading Cempaka. saya berapa angkanya berapa orang. Ditahun ini juga sudah satu orang yang meninggal, mungkin dikarena lambatnya penanganan,” tegasnya.

Maka dari banyaknya serangan nyamuk Aedes aegypti tersebut, pihak Dinkes melakukan fogging jauh-jauh dipemungkiman penduduk. Selain itu juga, pihaknya juga sudah mempunyai program untuk mahasiswa yang magang di Pukesmas di Kota Bengkulu seperti memberikan obat pembunuh jentik nyamuk atau abate.

“Kita terjunkan Mahasiswa, satu orang untuk 10 rumah untuk menyebarkan abate kepada warga Kota Bengkulu dan itu dilakukan secara merata tapi tidak setiap hari dilakukan,” ungkap Herwan.(dex)