Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Ternyata selama ini Dinas Pariwisata Kota Bengkulu menyembunyikan kekecewa dengan pihak-pihak yang oknum mengatasnamakan Keluarga Kerukunan Tabut (KKT) tak memanfaatkan dengan baik dana yang telah diberikan.

Dari laporan warga sendiri, Dinas Pariwisata mereka mendengar adanya pungutan dana kepada warga dengan sukarela untuk pembuatan tabut, baik itu tabut iman, tabut pembangunan dan telong-telong, padahal Dinas Pariwisata telah menganggarkan dana sebesar Rp 300 juta. Maka dari itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Bengkulu, Bujang Hr akan terus mengawasi proses pembuatan tabot dan telong-telong hingga berakhir nantinya.

“Tentu untuk menindaklanjuti hal tersebut, kami dari Pemerintah hanya membantu sesuai dengan kemampuan yang ada dan kita akan sama-sama cek kelapangan,” kata Bujang.

Selain itu, dalam pembuatan tabit dana yang digunakan sering dipermainkan oleh oknum pembuatan tabut. Pasalnya, tabot maupun telong-telong dipamerkan nantinya adalah tabut dan telong-telong tahun lalu yang hanya diperbaiki saja.

“Satu tabot itu anggarannya Rp 8,5 juta dan untuk jumlah keseluruhan tabot nanti ada 33 tabut, 17 tabut imam, 16 tabot pembangunan. Sehingga kalau memang ada permainan, besar sekali mereka dapat dana tersebut,” tegasnya.

Maka dari itu, selain melakukan pengecekan langsung ke lapangan, pihaknya juga meminta kepada peserta pembuatan telong-telong dan tabut berbeda dengan tahun lalu.

“Untuk mengatasi hal itu, makanya kemaren kami sarankan untuk dibuat yang lebih inovatiflah jangan sekedar membuat apa adanya,” tutupnya.(dex)