KUPAS BENGKULU – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pagar Dewa resmi beroperasi setelah dilaksanakan doa syukuran dan pemotongan pita pada Jumat, 16 Januari 2026. Dapur MBG tersebut merupakan milik Jaya Marta dan menjadi bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sambutan Owner SPPG Pagar Dewa Jaya Marta

Acara syukuran ini dihadiri Ketua Yayasan Putri Bungsu Ade Tarigan, Anggota DPRD Kota Bengkulu Bambang Hermanto, tokoh masyarakat setempat, serta para relawan SPPG Pagar Dewa.

Dalam sambutannya, Jaya Marta menjelaskan bahwa pendirian dapur MBG bukanlah proses yang mudah. Dibutuhkan perjuangan serta persiapan yang matang hingga akhirnya SPPG Pagar Dewa resmi memperoleh ID SPPG dari Badan Gizi Nasional (BGN).

“Ini adalah proses panjang yang penuh tantangan. Namun alhamdulillah, berkat kerja keras dan dukungan banyak pihak, dapur MBG ini akhirnya bisa berdiri dan siap beroperasi,” ujar Jaya Marta.

Penyerahan Potongan Tumpeng kepada ketua Yayasan Putri Bungsu Ade Tarigan

Ia juga mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas berdirinya dapur MBG tersebut. Selain membuka lapangan kerja bagi lebih dari 50 tenaga kerja baru, kehadiran dapur MBG juga memberikan kebahagiaan tersendiri karena dapat menyediakan makanan bergizi gratis bagi penerima manfaat, khususnya anak-anak sekolah.

Terkait anggaran menu, Jaya Marta menjelaskan bahwa biaya per porsi untuk anak PAUD, TK, dan SD kelas 1 hingga kelas 4 dibudgetkan sebesar Rp8.000. Sementara untuk anak SD kelas 5 hingga SLTA sebesar Rp10.000 per porsi. Sedangkan biaya operasional seperti sewa dapur, gas, dan gaji relawan dialokasikan sebesar Rp5.000 per porsi.

“Untuk tahap awal, SPPG Pagar Dewa dipercaya menyalurkan MBG kepada 1.000 penerima manfaat, dan akan mulai running pada tanggal 20 Januari 2026,” tambahnya.

Sambutan Ketua Komisi I DPRD Kota Bengkulu Bambang Hermanto

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Bengkulu Bambang Hermanto menyampaikan ucapan selamat kepada Jaya Marta selaku owner SPPG Pagar Dewa. Ia berharap dapur MBG dapat menyajikan menu terbaik agar benar-benar mampu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah.

“Program MBG ini sangat strategis untuk masa depan generasi kita. Saya berharap kualitas menu terus dijaga sesuai standar gizi,” kata Bambang Hermanto.

Ketua Yayasan Putri Bungsu Ade Tarigan menambahkan, saat ini terdapat 10 dapur MBG yang berada di bawah naungan Yayasan Putri Bungsu. Terkait menu MBG, pihak yayasan secara rutin berkoordinasi dengan dapur-dapur MBG melalui pertemuan berkala.

Makan Bersama setelah Acara Syukuran di dapur MBG Pagar Dewa

Ade Tarigan juga menjelaskan bahwa rasa menu MBG memang tidak dapat disamakan dengan masakan rumahan, karena menu MBG tidak menggunakan penyedap rasa, melainkan disusun berdasarkan standar gizi nasional.

“Fokus utama kami adalah pemenuhan gizi, bukan pada rasa semata,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ade Tarigan mengungkapkan bahwa saat ini di Provinsi Bengkulu tercatat sebanyak 143 dapur MBG yang sudah menyalurkan makanan bergizi gratis. Namun demikian, masih banyak sekolah di daerah yang belum menerima manfaat dari program MBG Presiden Prabowo.

“Oleh karena itu, kami berharap adanya penambahan kuota pendirian dapur MBG di Provinsi Bengkulu agar manfaat program ini bisa dirasakan lebih luas,” pungkasnya.

[Ipulpekal]