kupasbengkulu.com – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Bengkulu, Andi Rosliansyah, mengatakan setidaknya ada empat titik yang dianggap rawan longsor di sepanjang jalan lintas barat Sumatera dan menjadi perhatian PU.

Titik longsor tersebut berada di perbatasan Bengkulu-Lampung, Bengkulu-Padang, dan Bengkulu-Sumatera Selatan. Terlebih di bulan ramadhan ini pihaknya harus memastikan potensi kecelakaan sepanjang masa mudik dan arus mudik dapat diminimalisir.

“Penetapan empat lokasi tersebut berdasarkan pantauan langsung tim teknis dari Dinas PU dan kepolisian. Kita sudah siagakan sejumlah alat berat di Polres dan Polsek terdekat di titik yang kita anggap rawan,” kata Andi, Kamis (18/06/2015).

Menurut Andi, titik rawan longsor tersebut diperkirakan akibat struktur tanah yang gembur sehingga apabila hujan turun, sangat berpotensi longsor. Tim teknis melakukan pengukuran struktur tanah dan kondisi hutan yang mulai gundul di kondisi rawan longsor.

“Seperti halnya di Desa Air Teras, jalur yang menghubungkan Kabupaten Seluma dengan Kota Bengkulu. Begitu juga dengan jalur Mukomuko, namun permasalahannya bukan longsor, melainkan abrasi,” lanjutnya.

Menurutnya permasalahan abrasi ini diakibatkan air laut yang mengikis jalan lintas yang menghubungkan Kabupaten Bengkulu Utara dan Mukomuko. Untuk mengantisipasi ini, pihak PU pun telah menyiapkan alat berat.

“Kita tetap siapkan alat berat di daerah tersebut untuk antisipasi,” demikian Andi. (val)