golkar1

kupasbengkulu.com – Dualisme dalam Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar, antara kubu Aburizal Bakrie dan Agung Laksono, sedang menjadi perbincangan hangat Tanah Air. Namun ternyata gejolak Munas ini belum berdampak pada Partai Golkar di Provinsi Bengkulu.

“Sebenarnya kita yang di sini hanya mengikuti tatanan yang ada saja. Insyaallah untuk Bengkulu tidak mengalami perpecahan,” ungkap politisi Partai Golkar Provinsi Bengkulu, Yennita Fitriani, Senin (08/12/2014).

Yennita mengungkapkan sejauh ini pihaknya masih menunggu perkembangan yang terjadi di pusat. Namun seharusnya pimpinan pusat mengambil keputusan untuk islah atau berdamai agar perpecahan yang dikhawatirkan tidak terjadi.

“Kita tidak bisa mengatakan itu salah atau itu benar. Mereka punya pegangan prinsip masing-masing. Namun apa salahnya kalau ini didudukkan bersama dan selesaikan secara musyawarah mufakat,” katanya.

Kendati demikian, Yennita tak menapik kemungkinan gelojak ini akan terus meluas seiring wacana dilangsungkannya Munas tandingan pada Januari 2015 mendatang.

“Untuk kader kita yang di bawah sampai saat ini untungnya belum ada perpecahan atau dampak apa pun. Mungkin kalau benar ada Munas tandingan baru akan pecah konflik. Tapi mudah-mudahan bisa bersatu kembali,” harap Yennita. (val)