Senin, Agustus 15, 2022

Girik Cik: Nyinyir, Monumen Ibu Fat Arah Selatan Bengkulu

Baca selanjutnya

Belum jadi sempurna,  monument Ibu Agung Ibu Fatmawati yang sedang  duduk menjahit Sang Saka Merah Putih  di Simpang Lima Ratu Samban Kota Bengkulu,  sudah kian menarik perhatian. Tidak hanya masyarakat Provinsi Bengkulu, tapi juga para tamu yang hadir dalam perhelatan Porwil X Se-Sumatera.
Perhatian peroleh pendapat beragam tentunya. Mulai dari decap kagum,  bangkitnya rasa nasionalisme hingga pembulian terhadap patung itu sendiri. Bahasa kekinian disebut nyiyirisme. Tapi itu terserahlah. Memang begitulah cara pandang manusia melihat sebuah karya. Semua boleh beropini  dan itu hak masyarakat dalam berdemokrasi.
Paling tidak Cik hanya mengambil dan mencoba menyampaikan aspirasi yang ditemukan di masyarakat. Pertanyaannya adalah, mengapa Monumen Ibu Agung Fatmawati itu menghadap kearah selatan Provinsi Bengkulu? Ini juga pertanyaan nyiyir.  Tapi penting untuk dijawab. Kenapa tidak menghadap arah Pantai Panjang atau menghadap ke arah Utara Provinsi Bengkulu. Bukankah konon, Ibu Fatmawati ada keturunan dari wilayah utara?
Kata Kadis Sosial Provinsi Bengkulu, Iskandar ZO, itu sesuai padangan pematng  Nyoman Nuarte, agar monumen itu menghadap arah kedatangan masyarakat dari  Bandara Fatmawati, Padang Kemiling.  Itu sudah persetujuan dari keluarga almarhumah Ibu Fatmawati di Jakarta. Arahnya tetap seperti patung kuda sebelumnya,  yang menghadap kearah Selatan.
Bukankah jalur transportasi zaman dahulunya, banyaklah datang dari Utara Provinsi Bengkulu? Nah….Inilah pertanyaan nyinyir yang membuat ‘penak hati dan meningpalak’. Lagi pula, kenapa harus banyak tanya. Seberapa pentingnya pertanyaan arah  Selatan, Utara atau Barat sekalipun. Bukankah lebih baik serupa dan seindah apa monument itu nantinya berpengaruh bagi Provinsi Bengkulu, khususnya Ibukota Provinsi ini.
“Yang penting kini, bagaimana monument  Putri Bengkulu yang berjasa itu, menjadi mascot kebanggaan anak negeri.  Pokoknya, Anjing Mengonggong, Kafilah Tetap Berlalu. Tentunya selagi anjing itu tidak mengejar kafilah, Kalau mengejar, baiknya kafilah cepat lari dan berlindung. Rabies Nden”.
*Wartawan tinggal di  Bengkulu  
The post Girik Cik: Nyinyir, Monumen Ibu Fat Arah Selatan Bengkulu appeared first on suaramelayu.com.

Kejuaraan Tenis Meja Bengkulu Resmi Ditutup

Kupas News, Bengkulu - Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah secara resmi menutup Kejuaraan Tingkat Provinsi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Tahun 2022 sekaligus menyerahkan...

Sambut HUT Pramuka Ke 61, Kwarda Bengkulu Ziarah ke Makam Pahlawan

Kupas News, Bengkulu - Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu Hamka Sabri memimpin upacara Ziarah Makam Pahlawan dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan...

Dua Remaja Kantongi Sabu Diamankan Polres Bengkulu

Kupas News, Bengkulu - Tindak lanjut hasil penyelidikan Tim Opsnal yang diturunkan setelah menerima informasi warga, Kasat Resnarkoba IPTU E.H Purba dan KBO Satresnarkoba...

Tega, Anak Kandung Jadi Sasaran Sahwat setelah Ditinggal Sang Istri

Kupas News, Rejang Lebong - Seorang oknum Khatib Masjid berinisial MR (43) warga Kabupaten Rejang Lebong (RL) ditangkap personil Polsek Bermani Ulu Polres RL...

Irjen Ferdy Sambo Diperiksa Timsus Polri Sebagai Tersangka

Kupas News, Jakarta - Penyidik tim khusus Polri melakukan pemeriksaan perdana terhadap Irjen Ferdy Sambo di Mako Brimob sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan Brigadir...

Terbaru