Makanan khas Bengkulu

kupasbengkulu.com, Kota Bengkulu – Lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, tidak berpengaruh bagi para pedagang makanan dan kerajinan khas Bengkulu di kawasan Anggut Rumah Bung Karno, Kota Bengkulu. Kondisi ini berbanding terbalik dengan pedagang lainnya di Indonesia ketika nilai rupiah melemah terhadap dolar sekitar Rp 13.543.

Seperti diungkapkan salah satu pedagang, Lian (52), kondisi melemahnya nilai tukar rupiah ini tidak berpengaruh terhadap minat wisatawan untuk berbelanja di tokonya.

“Toko kami menjual sovenir dan makanan khas Bengkulu di manna pembelinya kebanyakan merupakan wisatawan yang bengkunjung ke Bengkulu. tapi saat ini masih di dominasi wisatawan domestik, wisatawan mancanegara hanya 1 hingga 2 orang per bulan. tak berpengaruh dolar naik. Untuk bulan-bulan ini saja omset kami naik dari 40 juta rupiah menjadi 50 juta rupiah. Kebanyakan wisatawan membeli dalam partai banyak. Untuk memenuhi permintaan barang atau stok, kami menerima barang dari para pengrajin khas Bengkulu dari daerah Pondok Kelapa dan sekitar Kota Bengkulu lainnya,” ungkapnya Jumat (06/11).

Dijelaskannya, peningkatan omset terjadi setiap hari libur, dan saat ada penyelenggaraan event besar di Kota Bengkulu, karena banyak wisatawan yang berkunjung ke tokonya untuk membeli buah tangan atau oleh-oleh.

“Harapan kami hendaknya setiap ada acara nasional yang diadakan di Bengkulu ini, para pedagang di sini ikut dilibatkan. bisa dalam bentuk kerjasama atau pembukaan Stan. Selama ini yang terjadi kami jarang dilibatkan langsung, yang ada dari panitia itu sudah menyetok barang dari pengrajin untuk dijual langsung,” harapnya.(cr1)