Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah

Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah

Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah, menegaskan dirinya tidak segan-segan memecat pegawai di lingkungan Pemerintahan Provinsi Bengkulu yang dianggap tidak loyal dalam menjalankan tugasnya.

Hal ini dikarenakan waktu yang tersisa di masa jabatan Junaidi sebagai gubernur hanya tinggal tujuh bulan dua minggu lagi, sehingga harus benar-benar menunjukkan performa terbaik.

“Waktu kita tinggal tujuh bulan dia minggu lagi, sekaligus itu waktu saya untuk menilai kinerja dan loyalitas pegawai kepada saya. Kalau tidak loyal dengan saya, saya pecat!,” tegas Junaidi.

Junaidi mengatakan dirinya bersama pimpinan SKPD telah menyepakati penyerapan anggaran dan fisik di mana setiap bulannya dilakukan rapat Tim Evaluasi dan Percepatan Penyerapan Anggaran (TEPPA). Terlebih di triwulan kedua ini berhadapan dengan bulan puasa yang akan tentunya sedikit mengurangi jam kerja pegawai.

“Triwulan sebelumnya memang ada 18 SKPD yang mendapat rapor merah dan itu terkait evaluasi Mendagri yang terlambat. Sekarang masalah itu sudah selesai SK PA dan KPA, baik yang dari APBD maupun APBN. Tapi kalau masih ada SKPD yang main-main, itu artinya mereka tidak loyal,” katanya.

“Kita ingin membangun Bengkulu dan membuat laporan pekerjaan yang baik. Kalau ini selalu SiRup-nya ke LPSE, artinya tidak akan keluar ULP-nya. Kita berharap semuanya dapat bekerja lebih ekstra lagi,” tandasnya. (val)