kupasbengkulu.com – Jelang dibukanya pasar bebas atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) bulan Oktober mendatang, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Provinsi Bengkulu membentuk tim terpadu untuk meningkatkan daya saing produk-produk unggulan daerah.

Kepala BKP, Muslih Zaini, mengatakan pihaknya akan melakukan peningkatan pengawasan dan memastikan produk-produk yang dijual dalam kondisi aman serta mulai diupayakan untuk memiliki sertifikat.

“Dalam menghadapi MEA, perlu ditingkatkan ketahanan pangan, baik pangan segar maupun hasil industri. Karena sekarang, MEA belum dimulai saja sudah banyak ditemukan makanan berbahaya, seperti peyek plastik, gorengan lilin, dan lain-lain. Kalau ini dibiarkan, kita khawatir bisa tambah parah,” ujar Muslih.

Muslih mengatakan tim terpadu ini dibentuk bersama Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), beberapa yang mendapat perhatian khusus seperti produk olahan daging hasil ternak, hasil budidaya laut, serta produk-produk halal berlabel untuk melihat tanggal kadaluarsanya.

“Kita juga akan ke karantina untuk memastikan keluar masuk pangan yang melalui pelabuhan besar. Kami bentuk tim ini karena MEA nanti peredaran barang akan sangat bebas karena persyaratannya barang harus bersertifikat. Kalau kita tidak mempersiapkan diri, kita akan kalah saing,” pungkasnya. (val)