Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, Dodi Herlando, mengatakan, Bengkulu mengalami kenaikan angka inflasi pada awal Juni 2015 sebesar 0,38 persen. Dia mengatakan angka ini menempatkan posisi Bengkulu berada pada peringkat ke 54 dari 82 kota di Indonesia yang dipantau BPS.

“Perkembangan harga barang dan jasa di Bengkulu selama bulan Mei 2015 secara umum mengalami kenaikan. Ini tercermin pula dari naiknya Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 0,38 persen. Angka ini lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mengakami inflasi sebesar 0,55 persen,” jelas Dodi, Senin (01/06/2015).

Dodi menyebutkan, tingginya laju inflasi terjadi pada 6 kelompok pengeluaran, yakni kelompok bahan makanan sebesar 0,81 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,55 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,27 persen, kelompok sandang sebesar 0,24 persen, kelompok kesehatan 0,40 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, olahraga sebesar 0,11 persen. Sedangkan kelompok lain yaitu transportasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami deflasi sebesar -0,08 persen.

“Berdasarkan perubahan harga yang terjadi pada setiap kelompok komoditi, 6 kelompok itu memberikan andil terhadap inflasi dan satu kelompok mengalami deflasi,” tambahnya.

Diketahui, Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Bengkulu pada bulan Mei 2015 mencatat angka 93,62 poin. Angka ini lebih rendah dari NTP bulan April 2015 sebesar 94,32 poin atau turun sebesar 0,74 persen.

Sementara, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) juga mengalami penurunan sebesar 0,27 persen dari 99,98 poin pada bulan April, dan 99,71 poin pada bulai Mei. Penurunan NTUP terjadi hanya pada subsektor tanaman perkebunan rakyat dan perikanan tangkap, di antaranya untuk tanaman pangan sebesar 0,42 persen, holtikultura sebesar 1,87 persen, perkebunan rakyat -1,92 persen, peternakan 1,17 persen, perikanan 0,10 persen, perikanan budidaya 0,19 persen dan perikanan tangkap -0,13 persen.

“Penurunan NTP ini berpengaruh kuat pada tingkat kemampuan dan daya beli di tingkat petani,” tandasnya.(val)