Bupati Bengkulu Utara, Imron Rosyadi

Bupati Bengkulu Utara, Imron Rosyadi

kupasbengkulu.com, Bengkulu Utara – Bupati Bengkulu Utara, Imron Rosyadi mengatakan, ada perbedaan yang sangat mendasar antara Program Keluarga Berencana (KB) dengan pilkada.

Intinya, kalau program KB upaya pemerintah untuk mencegah agar pertumbuhan penduduk tidak terlalu cepat dalam setahunnya. Sedangkan untuk pilkada, program yang cepat untuk melahirkan seorang pemimpin.

“Saya menyampaikan itu, agar masyarakat dalam melaksanakan program itu harus didasari dengan ilmu pengetahuan. Sehingga akan memberikan dampak yang positif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Imron.

Dia menjelaskan, tidak sedikit uang negera dialokasikan untuk meluncurkan program seperti KB itu sendiri, yang tujuannya untuk menekan angka kelahiran serta tingkat bayi yang dilahirkan bermutu, secara jelas di Bengkulu Utara belum mencapai sesuai dengan apa yang diingikan.

“Untuk itu saya minta kepada dinas terkait, program KB benar-benar didisosialisaikan kepada masyarakat. Baik dalam penggunaan alat kontrasepsi. Sehingga angka pertumbuhan penduduk menurun dan tingkat kesehatan peserta lebih merasakan manfaatnya,” demikian Imron.(jon)