logo-pln

Foto ilustrasi

Bengkulu Utara, kupasbengkulu.com – Akibat kerap kali pemadaman aliran listrik alias byarpet di wilayah Kabupaten Bengkulu Utara sering menyebabkan kebakaran. Hal tersebut ditandai dengan bola lampu dari hidup, lalu tiba-tiba padam, lalu hidup kembali sering terjadi konsleting, sehingga menimbulkan percikan api yang mengakibatkan kebakaran.

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kebakaran yang disebabkan konsleting listrik, sempat terjadi di Padang Jaya, Talang Rendah serta 12 Kios Pasar Purwodadi.

Menanggapi hal itu, Kepala Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Arga Makmur Heru Purnomo mengungkapkan, penyebab sering terjadinya mati lampu itu karena kontruksi jaringan listrik yang dimiliki PLN, banyak yang kropos dimakan usia.

“Karena itulah sering terjadi mati lampu. Selain itu, sumber listrik Bengkulu Utara ini ada dari tiga sumber yaitu Kota Bengkulu, Kabupaten Lebong dan Kepahiang,” ujarnya.

Ia mengatakan, jika aliran listrik dari Kepahiang mati, maka wilayah Kabupaten Bengkulu Utara yang jaringan listriknya berasal dari Kepahiang ikut padam. Begitu juga dengan yang sumber listriknya dari Kabupaten Lebong dan Kota Bengkulu.

Sebab, lanjut dia, Bengkulu Utara sumber listriknya masih berasal dari tiga daerah tersebut. Begitu juga saat adanya pemasangan tiang listrik disalah satu titik daerah, maka listrik juga akan ikut padam.

“Untuk kedepannya, kita akan memperbaiki lagi pelayanan PLN yang dinilai oleh masyarakat masih buruk,” pungkas Heru.(jon)