ekspos

Gubernur Bengkulu mengekspos rencana pembangunan rel kereta api dihadapan Dirjen Kereta Api, Hermanto D, Kamis (25/9/2014).

kupasbengkulu.com – Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah, Kamis (25/9/2014) siang mengekspos rencana pembangunan rel kereta api dihadapan Dirjen Kereta Api, Hermanto D. Ekspos yang digelar tersebut juga diikuti PT. Mandela Resources Partnership dan PT. BHI asal Korea.

Junaidi mengatakan, proyek pembangunan jalur kereta api dari Bengkulu hingga Muara Enim, Sumatera Selatan dan pelabuhan model Kontraktor Production Sharing (KPS) atau Kerjasama Pemerintah dan Swasta.

”Proyek jalur kereta api double track dengan panjang sekitar 230 km, pelabuhan batubara, pembangkit listrik 350 MW dan jalur truk Hauling Bengkulu – Lahat 200 km,” kata Junaidi, Kamis (25/9/2014) saat dihubungi via telepon genggamnya.

Junaidi menambahkan, dai hasil ekspos tersebut Dirjen Kereta Api, Hermanto menyebutkan masih ada beberapa persyaratan yang mesti dilengkapi dan dipenuhi. Terkait hal tersebut, Dirjen meminta agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu membentuk tim, yang melibatkan Pemerintah Daerah (Pemda) Muara Enim, Sumatera Selatan, Kementerian Perhubungan Kereta Api, PT. Mandela Resources serta Bappenas. Hal tersebut, kata Junaidi, untuk mempelajari dan mencari titik-titik yang pas dan melengkapi dokumen yang masih mengalami kekurangan data.

”Kita diberi waktu sampai akhir tahun 2014, diakhir tahun ini sudah ada hasil dari pendataan yang dilakukan oleh tim, setelah itu dilaporkan ke Dirjen Kereta Api,” jelas Junaidi.

Meskipun demikian, Junaidi optimis, Provinsi Bengkulu akan ada jalur kereta api.

”Untuk tahap awal kita akan bentuk tim guna mendata dan melengkapi administrasi seperti yang dijelaskan Dirjen Kereta Api. Saya secara pribadi mohon doa dan restunya, agar hal ini bisa terwujud,” demikian Junaidi.(gie)

dishubkominfo (1)