U

U

KUPASBENGKULU.com, KOTA BENGKULU – Investor dari Konsorsium Mitsubishi and Takafuji, serta Kementerian Industri dan Energi Jepang, akan segera membangun 10 pabrik pengolahan limbah di seluruh kabupaten/ kota se Provinsi Bengkulu.

Wakil Gubernur Bengkulu, Sultan Bachtiar Najamuddin, mengatakan kedatangan investor Jepang ke Bengkulu pada hari ini sebagai tahap akhir dari feasibility study (analisa kelayakan) yang dilaksanakan sejak setahun terakhir. Menurutnya ini merupakan investasi yang besar di mana untuk pembangunan satu pabrik saja dibutuhkan anggaran hampir Rp 1 triliun.

“Target kita adalah pembangunan pabrik di setiap kabupaten/ kota dengan memanfaatkan limbah kayu, baik dari kelapa sawit, karet, dan sebagainya, menjadi sumber energi baru dan terbarukan pengganti batu bara. Ini investasi yang menjanjikan dan bernilai investasi tinggi,” ujar Sultan, Jumat (12/06/2015).

Sultan mengatakan, keunggulan dari bahan bakar ini adalah tidak merusak atau lebih ramah lingkungan. Selain itu keberadaan pabrik ini akan berdampak besar bagi masyarakat dalam menanggulangi angka pengangguran yang semakin tinggi.

“Banyak negara yang menjadi pilihan, dan akhirnya kita memberikan kepercayaan kepada Jepang karena kita lihat pengerjaannya serius dan terperinci. Kalau pabrik ini segera dibangun artinya akan banyak tenaga kerja yang terserap,” katanya lagi.

Sultan melanjutkan selain dari limbah kayu perkebunan dan masyarakat, investor akan mengembangkan hutan sebagai bahan baku industri. Sultan sendiri telah melakukan pertemuan dengan pihak Kedutaan Besar maupun Menteri Kehutanan guna membahas proyek investasi ini.

“Mereka sudah mengecek kesiapan Bengkulu, baik bahan baku maupun hal-hal lain terkait investasi. Bahan baku di Bengkulu cukup dan kita sudah dapat garansi dari Dubes dan Menteri Kehutanan bahwa industri ini aman,” lanjutnya.

Dia juga menekankan agar pihak pelabuham terus membenahi sistem yang ada untuk memastikan transportasi laut aman terkendali.

“Hasil dari produksi ini nantinya selain digunakan masyarakat juga akan diekspor ke Jepang. Oleh karena itu penting bagi pihak pelabuhan untuk terus membenahi pelabuhan kita dan pastikan bahwa ini aman untuk transportasi ekspor nanti,” demikian Sultan. (val)