Edi Waluyo

Edi Waluyo

Bengkulu, kupasbengkulu.com – Setelah Korea Selatan, Cina, dan Taiwan bergabung dalam rencana pembangunan rel Kereta Api (KA) yang menghubungkan Provinsi Bengkulu dengan Sumatera Selatan, kali ini investor dari Jerman pun turut ‘join’ alias ambil bagian dalam rencana pembangunan tersebut.

Dijelaskan Asisten II Pemprov Bengkulu, Edi Waluyo, dalam pertemuan tertutup dengan Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah, Senin (10/11/2014) membahas tentang kelanjutan rencana pembangunan rel kereta api yang sudah lama ‘digantung’. Dikhawatirkan dengan anggaran kurang lebih Rp 3 Triliun tersebut nantinya malah tidak mencukupi dikarenakan nilai kurs yang terus berubah.

“Dalam pekan ini, Pemprov melalui Kadishub akan berkonsolidasi dengan pihak Kementerian Perhubungan dan Dirjen KA untuk meminta rekomendasi percepatan pembangunan rel tersebut,” kata Edi.

Disebutkannya, melambatnya proses ini kemungkinan dikarenakan perubahan Kabinet dalam pemerintahan RI. Dengan struktur kementerian yang baru diharapkan juga dapat mendukung proses percepatan, sesuai dengan program Presiden Jokowi dengan slogan “Kerja, Kerja, Kerja”-nya yang menginginkan percepatan di segala lini.

“Kalau dari gubernur inginnya sebelum tahun 2015 sudah final proses lelang, sehingga di tahun 2015 kita segera mulai pembangunannya. Ini juga demi pertumbuhan perekonomian di Provinsi Bengkulu agar semakin baik,” demikian Edi. (val)