Bengkulu Utara, kupasbengkulu.com – Kelumpuhan ekonomi masyarakat di Kecamatan Air Padang Kabupaten Bengkulu Utara akan berlangsung cukup lama.

Pasalnya, jembatan penghubung Desa Kembang Manis dan Padang Kala yang roboh akibat bencana alam beberapa minggu yang lalu belum dapat dibangun oleh pihak pemerintah daerah maupun provinsi. Sementara ini masyarakat yang ingin menyeberang terpaksa dengan menggunakan rakit dari bambu karya warga sekitar.

Kepala Dinas PU Bengkulu Utara, Maswandi kepada kupasbengkulu.com, Senin (27/05/2015) di ruang kerjanya mengatakan, upaya untuk membangun jembatan yang putus di desa tersebut,pemerintah daerah terpkas harus mengajukan dana kepemerintah pusat. Dimana kata dia,dana untuk membangun jembatan sepanjang 75 meter itu memerlukan dana yang cukup besar. Adapun taksiran dana untuk membangun jembatan itu Rp 4 miliar.

“Sementara ini,belum ada langkah yang diambil untuk membangun jembatan tersebut. Masyarakat disarankan menggunakan jalan alternatif melalui Kecamatan Lais,” kata Maswandi.

Dia menambahkan, sehubungan kerusakan sarana infrastruktur berupa jembatan penghubung dua desa yang roboh akibat bencana, yang mengajukan usulan adalah pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).(jon)