Tampak salah satu peserta salah jamaah berhadiah sedang mengisi absensi, sebagai syarat yang telah ditetapkan panitia. (Foto : Valentina Alfarani)

Tampak salah satu peserta salah jamaah berhadiah sedang mengisi absensi, sebagai syarat yang telah ditetapkan panitia. (Foto : Valentina Alfarani)

KUPASBENGKULU.com, KOTA BENGKULU – Setelah berharap dan sekian kalinya menunggu mendapatkan hadiah shalat setiap hari Rabu di Masjid At Taqwa, 149 jemaah shalat berhadiah bakal mendatangi Kantor Wali Kota Bengkulu minggu depan.

“Kami bakal datang setelah shalat sekali lagi di Masjid At Taqwa, kalau belum ada kejelasan kami yang sebanyak 149 orang itu akan berkumpul dan mendatangi Pemkot untuk menagih janji Walikota Helmi Hasan tersebut,” kata salah satu Jemaah yang enggan dipublikasi namanya berinisial Si.

Menurut warga Kelurahan Penurunan ini, mereka telah kesal lantaran janji-janji palsu yang telah diberikan kepada mereka yang saat telah mencapai minggu ke 58 hingga saat ini. Pasalnya, pembagian hadiah ini seharunya diberikan pada minggu ke 40 mereka sudah berangkat umroh, minggu ke 52 mereka berangkat haji dan minggu ke 62 mereka mendapatkan hadiah mobil.

“Kami sudah kesal, katanya sabar dulu karena masih dalam proses dulu, tapi hingga saat ini belum. Coba lihat ada yang berangkat umroh atau apa ada yang dapat mobil. Kamilah banyak mobil di rumah gara-gara shalat berjamaah ini,” keluh Si.

Sementara itu, Kabag Humas Pemkot, salahudin Yahya menjelaskan pihanya masih menunggu keputusan dari Kemendagri, KPK dan Kemenag. Pasalnya dana yang mencapai Rp 2,3 miliar tersebut masih perlu dirapatkan sejenak sebelum dibagikan.

Menanggapi akan datangnya jemaah tersebut Salahudin meminta tidak melakukan hal itu. Pihaknya secepatnya akan mempertemukan mereka kepada 6Sesda Pemkot, Fachrudin Siregar untuk menyampaikan aspirasi mereka Senin mendatang.

Untuk itu, dikatakan Salahudin, para jemaah lebih bijak menentukan sikap, sebab pihak Pemerintah Kota bakal memberikan hadiah tersebut seperti janji yang telah dikatakan sebelumnya.

“Kalau memang mau bergerombol datang ke Kantor wali Kota itu tidak koporatif, kalau memang mau disampaikan cukup enam orang saja. Karena anggaran sudah masuk ke Kesra tinggal kita mensosialisasikannya lagi” ungkap Salahudin.(dex)