Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Asisten II Pemprov Bengkulu, Eddy Waluyo, mengatakan, setiap kabupaten/ kota se Provinsi Bengkulu saat ini telah membentuk Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

Sebelumnya, ada tiga kabupaten yang belum membentuk TPID, antara lain Kabupaten Kepahiang, Lebong, dan Kaur, sedangkan kabupaten/ kota lainnya sudah membentuk TPID sejak beberapa bulan yang lalu.

”Seluruh kabupaten/ kota sudah terpenuhi TPID-nya. Kalau bulan kemarin kita rapat ada tiga kabupaten yang belum, saat ini sudah terbentuk di seluruh kabupaten/ kota,” ujar Eddy, Senin (18/05/2015).

Eddy mengatakan, keberadaan TPID sangat penting untuk mengendalikan laju inflasi. Hal ini karena kalau kabupaten/ kota sudah berperan aktif dalam pengendalian inflasi, maka dapat mempermudah pengendalian inflasi di daerah.

”Bagaimanapun juga teritorialnya di kabupaten/ kota. Mereka yang paling memahami kondisi di sana, untuk kemudian akan dilaporkan pada rapat TPID di Provinsi dan dilanjutkan ke nasional. Dipantau secara nasional, dari 511 kabupaten/ kota se Indonesia, baru 311 TPID yang terbentuk. Mudah-mudahan dapat memberikan progres yang baik,” katanya.

Sementara, Eddy menambahkan tantangan dalam waktu dekat yang diperkirakan akan mempengaruhi lonjakan inflasi, seperti bulan puasa, lebaran, dan tahun ajaran baru.(val)