kupasbengkulu.com – Peringatan Hari Buruh Internasional atau “May Day” yang jatuh pada hari ini (Jumat, 01 Mei 2015) sekaligus dimanfaatkan sebagai ajang ‘curhat’ kaum buruh lokal Provinsi Bengkulu.

Mereka menyebutkan bahwasannya keberadaan buruh asing di beberapa perusahaan justru mengancam keberadaan buruh lokal. Persaingan yang terjadi tak jarang membuat buruh lokal mau tak mau merelakan lahan pekerjaan mereka untuk digantikan burung asing yang dinilai lebih kompeten dibanding buruh lokal. Bahkan disebutkan para buruh asing sudah membuat sejenis perkampungan khusus.

“Kami minta agar pemerintah dapat menertibkan tenaga kerja asing. Kami merasakan putera daerah semakin tertindas. Banyak perusahaan yang malah lebih senang mempekerjakan buruh asing, akibatnya masyarakat kita hanya jadi penonton di tanah sendiri. Minimal kita berharap 70 persen yang diberdayakan adalah buruh lokal,” ujar Sekretaris Federasi SPSI Provinsi Bengkulu, Panca Darmawan, Jumat (01/05/2015).

Menanggapi hal tersebut, Kapolda Bengkulu, M. Ghufron, mengatakan masyarakat tak perlu terlalu khawatir dengan keberadaan buruh asing di Bengkulu. Hal ini pun tidak terjadi di Provinsi Bengkulu saja, di tempat lain juga demikian. Asalkan para buruh asing datang ke Bengkulu melalui prosedur yang jelas, maka tidak ada yang perlu dirisaukan. Ini merupakan momentum masyarakat untuk belajar dan bersaing secara sehat.

“Tidak hanya di Bengkulu, tenaga kerja kita juga ada yang di Arab Saudi, Filipina, Hongking, dan lain-lain. Sepanjang mereka masuknya dengan prosedur yang benar, punya kualifikasi, dan bekerja sesuai kemampuan, tidak menjadi permasalahan. Kecuali jika keberadaan mereka mengganggu ketertiban masyarakat, baru kita bertindak. Ini kan persaingannya sehat,” tandasnya. (val)