Pasca perampokan diketahui CCTV Bang Bengkulu tidak aktif.

Pasca perampokan diketahui CCTV Bang Bengkulu tidak aktif. Kapolres Kepahiang sesalkan aparatnya tidak diberdayakan. 

Kupasbengkulu.com,  Kepahiang – Kapolres Kepahiang AKBP Iskandar ZA menyayangkan langkah PNS BP4K Kepahiang selaku korban perampokan, tidak meminta pengawalan usai mencairkan uang senilai Rp 140 juta.

” Harusnya kedua korban Sastri dan Farizal meminta pengawalan. Apalagi di Bank Bengkulu ada personil kita yang standby. Apa tidak merasa punya tanggungjawab terhadap uang negara”, ungkap Iskandar, Selasa (20/10).

Himbauan Kaplores itu diingatkan juga pada Bank Bengkulu, yang berlokasi di Kelurahan Pasar Kepahiang, terkait Closed Circuit Television (CCTV) di bagian depan, diketahui tidak aktif. ” Keamanan di lingkungan BB malah diragukan. CCTV yang terpasang dibagian depan malah tidak aktif. Ini kita ketahui usai melakukan pemeriksaan di BB,” keluh Iskandar.

Iskandar menargetkan, perkara perampokan ini bisa terungkap. Keempat pelaku yang diantaranya menggunakan Senpi masih diburu. Kita akan berupaya semaksimal mungkin mengungkap perkara ini. Terlebih uang itu uang negara untuk kegiatan penyuluhan di Kepahiang,” tegas Iskandar.(slo)