Rhodamin atau zat pewarna

Rhodamin atau zat pewarna

kupasbengkulu.com, Rejang Lebong – Hasil penelusuran tim Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Dinkop UKM Perindag) Rejang Lebong menemukan hal yang mengejutkan.

Pewarna yang mengandung Rhodamin pada Es Doger ternyata berbentuk seperti bubuk kopi dan berwarna hitam. Selain itu, uji sederhana dari petugas menunjukkan bahwa selain memiliki warna yang lebih pekat, pewarna ini juga akan lengket di kayu, plastik dan kain.

(Berita terkait: Temuan BPOM, Ada Pewarna Tekstil di Es Doger dan Kerupuk)

Bubuk tersebut ditemukan di rumah Rizal (43) penjual Es Doger di Kelurahan Talang Benih, Kecamatan Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Sabtu (27/6/2015).

“Memang pada intinya, pewarna ini ditujukan untuk mewarnai kain bahkan membuat batik,”ungkap Kepala Dinkop UKM Perindag Rejang Lebong, Suhandak pada kupasbengkulu.com.

Suhandak juga menampilkan perbedaan pewarna makanan yang aman menurut BPOM dengan pewarna yang mengandung Rhodamin B tersebut. Hasilnya, warna yang dihasilkan oleh pewarna mengandung RHodamin ini memang lebih terang dan ‘ngejreng’ dibanding dengan pewarna makanan biasa. Bahkan, untuk mewarnai es doger sebanyak satu termos besar, diperlukan lebih dari dua botol pewarna biasa.

“Sedangkan untuk pewarna yang mengandung Rhodamin ini, hanya perlu beberapa sendok saja, sehingga para pedagang memikirkan hemat, efektif dan efisien. Tanpa memikirkan kesehatan para pembeli,”ungkap Suhandak.

Selain itu, pewarna berbahaya tersebut juga tidak memiliki izin BPOM, bahkan merek dagang sekali pun. Penjual Es Doger, Rizal (43) mengaku sangat menyesal telah menggunakan pewarna tersebut. Ia melanjutkan, pewarna tersebut sudah sering digunakan dalam acara disekitar rumahnya, atau hajatan. Tetapi, ia tidak tahu bahwa dampaknya sangat berbahaya bagi kesehatan.

“Saya benar-benar tidak tahu, baru dua hari saya pakai pewarna ini, menyesal pak, tidak akan pernah saya pakai lagi,”kata dia. (vai)