Curug Sembilan

Curug Sembilan

Bengkulu Utara, kupasbengkulu.com – Wisata Air Terjun Curug Sembilan di Desa Tanah Hitam, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara tidak asing lagi bagi masyarakat Provinsi Bengkulu.

Bahkan sudah dikunjungi turis manca negara asal Amerika Serikat. Sayangnya, infrastruktur menuju lokasi ditempuh dengan menggunakan jalan setapak.

Wisata Air Terjun Curug sembilan dengan keasrian alam menampilkan panorama Alam, yaitu air terjun sebanyak sembilan tingkat.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Olah Raga dan Pariwisata Bengkulu Utara, Nazarudin Tawakal membenarkan kondisi jalan menuju Wisata Air Terjun Curug Sembilan yang tidak memadai.

Menurut dia, dibutuhkan jalan permanen untuk menarik wisatawan berkunjung, baik lokal maupun manca negara.

“Kita masih berupaya menawarkan kepada pihak swasta untuk mengelola wisata itu.” Kata Nazarudin.

Lain lagi yang dikatakan Camat Padang Jaya, Markisman, jika objek wisata air terjun yang menjadi destinasi wisatawan tersebut akan dijadikan ikon pariwisata Bengkulu Utara.

“Dalam waktu dekat pembangunan pada Objek Wisata Curug Sembilan akan dilaksanakan, karena objek wisata ini mempunyai daya magnet yang kuat bagi para penggunjung,” ungkap Markisman.

Ditambahkannya, jika pada awal perencanaan, pembangunan akan fokus pada infrastruktur jalan menuju lokasi wisata.

”Jalan yang merupakan sarana yang sangat penting untuk pelaksanaan tahap pembangunan selanjutnya, jika akses jalan telah baik, maka pembangunan di lokasi objek wisata akan mudah,” terang Markisman.

Objek wisata Curug Sembilan adalah wisata alam berupa air terjun dengan sembilan tingkat. Saat berada dilokasi, keindahan air yang jatuh dari ketinggian, keasrian, kesejukkan, dan hijaunya pohon –pohon rimba belantara memanjakan para penggunjung saat berada di lokasi wisata.

Dibutuhkan dua jam perjalanan menuju air terjun yang saat ini dikelola karang taruna Desa Tanah Hitam tersebut.

Dari data pada pos penjagaan, ribuan pecinta dan penikmat alam telah menggunjungi objek wisata, bukan wisatawan domestik saja, tercatat Jakob warga Kenegaraan Amerika telah menggunjungi objek wisata ini pada akhir tahun lalu.

Namun keterbatasan anggaran penggelola selama ini, membuat objek wisata yang ramai dikunjungi ini seakan luput dari perhatian pemerintah daerah.

Tokoh pemuda daerah setempat mengatakan, jika objek wisata dikelola dengan baik, dampak positif bukan hanya dirasakan oleh pemerintah daerah, namun dapat dirasakan juga oleh masyarakat setempat.

“Harus segera, jangan menunda-nunda lagi, karena bukan hanya pemerintah, masyarakat juga akan mendapatkan imbas jika objek wisata ini dikelola dengan baik,” tegas Raras Moro salah satu tokoh pemuda Bengkulu Utara (jon/adv)

kerjasama Dinas Pendidikan Olah Raga dan Pariwisata Bengkulu Utara