Bupati Bengkulu Utara, Imron Rosyadi

Bupati Bengkulu Utara, Imron Rosyadi

kupasbengkulu.com – Maraknya kasus kejahatan seksual terhadap anak akhir-akhir ini perlu penanganan yang serius dari semua pihak. Hal ini dikemukakan Bupati Bengkulu Utara Imron Rosyadi, kepada kupasbengkulu.com, Sabtu (11/10/2014).

Penanganannya, kata Imron, perlu peran pendidik untuk menjelaskan terhadap anak dampak dari tindakan kejahatan yang ditinjau dari sisi keilmuan. Bukan hanya itu, pemahaman tentang agama juga harus diberikan terhadap anak.

“Saya selalu menyampaikan kepada para orang tua jangan sampai lalai menjaga anaknya. Karena kejahatan seksual bukan saja terjadi pada anak perempuan, anak laki-laki pun kerap menjadi korban kejahatan seksual, dan ini dapat terjadi dimanapun,” ujar Imron.

Belajar dari kasus yang terjadi di Kabupaten Bengkulu Utara, kata dia, terjadinya kejahatan seksual terhadap anak kandung, jika dikaji dengan akal sehat merupakan perbuatan yang diluar akal sehat, dan tidak memahami soal agama.

Menurut dia, dampak dari kejahatan seksual terhadap anak ini merusak masa depan korban. Lingkungan, seharusnya memberikan dukungan terhadap korban, agar kembali memiliki semangat untuk masa depan yang cerah.

“Saya berharap kepada semua masyarakat, jika memang ada kasus anak di sekitar tempat tinggal beri semangat, yang menjadi korban pelecehan seksul untuk selalu memberikan semangat, bukan malah menjadi bahan obrolan,” harap dia.

Korban pelecehan seksual, tambah Imron, akan menutup diri untuk tidak bergaul dengan lingkungan karena malu. Dan korban juga digelayuti dengan pikiran macam-macam.

“Peran orang tua untuk tidak berbicara menyinggung apalagi bertindak kasar. Dalam bahasa medis, korban kejahatan seksual merusak psikologi anak,” tandasnya.(jon)