irigasi

Irigasi tempat mengaliri air ke areal persawahan warga tidak berfungsi

kupasbengkulu.com – 30Hektare (Ha) areal persawahan di Desa Tebing Kaning, Kecamatan Arma Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara terancam gagal menggarap sawah. Pasalnya. Siring utama untuk mengalir air tidak mengalir.

Padahal, bulan Agustus ini petani sudah mulai membajak sawah dan mulai menanam padi. Terkait hal tersebut, sejumlah petani menggalihfungsi lahan sawah dengan menanam tanaman sayur-mayur, cabe, bayam serta sayur mayur lainnya.

”Seharusnya bulan ini, kita sudah masuk musim tanam. tapi ai\r tidak ada ada masuk ke areal persawahan. Di Tebing Kaning ini ada sekitar 30 ribu Hektare,” kata Samiran (82), warga Desa Kemumu,Kecamatan Arma Jaya kepada kupasbengkulu, Sabtu (9/8/2014)

Kekeringan air, lanjut Samiran, saluran Irigasi Kemumu yang merupakan peninggalan Kolonial Belanda, yang sudah memasuki masa panen bulan Juli lalu, bibit padi sudah berusia satu bulan lebih. Sementara, di Desa Tebing Kaning sama sekali belum ada membajak sawah.(jon)