Kasumawa

Kasumawati sakit, belum mendapat perhatian dari Pemkab Benteng, termasuk uluran tangan para dermawan.

Kupasbengkulu.com,  Bengkulu Tengah – Kasumawati (45) yang kesehariannya hanya ibu rumah tangga, kini harus terbaring lemah meniti takdir, akibat penyakit ambeyennya tak tersembuhkan.

Pilu saat kita melihat kondisi masyarakat Kabipaten Bengkulu tengah ini, yang sudah setahun tidak mendapat perhatian dari pemerintah setempat. Padahal fakir miskin dan anak terlantar sesuai UUD 45 dipelihara oleh negara.

Warga Desa Rindu Hati,Kecamatan Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah kini hanya bisa pasrah. Ambeyen yang dideritanya selama satu tahun mendera dirinya. Ingin berobat, uang tidak ada. Kebatasan ekonomi merupakan kendalanya selama ini, ketika ingin berobat.

Sebelumnya, usaha untuk berobat sempat dilakukan, meskipun harus menjual barang atau apapun bentuknya. Sayangnya tidak tuntas, tak ada biaya lagi yang akan diusahakan. Sementara anak menantunya juga dalam hidup kemiskinan.

Derita Kasumati derita kita semuanya. Pihak keluarganya sudah menyerah, pasca sempat berobat di rumah sakit daerah Kabupaten Bengkulu Tengah. Konon pihak rumah sakit sempat tidak mampu untuk menangani penyakit Kasumawati, dengan alasan keterbatasan peralatan medis.

Uluran Dermawan
Menurut menantu Kasumawati, Iskandarsyah, ibu mertuanya memang sudah satu tahun ini mengidap penyakit Ambeyen. Kni hanya bisa terbaring di kasur, menahan sakitnya. Bila buang air besar, sebagian ususnya keluar. Diakuinya, hingga kini keluarga sangat berharap para darmawan untuk dapat membantu keluarganya.

Mertuanya ini jelas Iskandar, memiliki lima orang anak, dan tiga sudah berkeluarga, tetapi hidupnya juga dalam kesusahan. Sementara dua orang anaknya lagi masih duduk di bangku sekolah, yang kini masih butuh biaya. Sedangkan suami ibu mertuanya telah lama meninggal.

Hingga kini, belum ada bantuan dari Pemerintahan Kabupaten Bengkulu Tengah. Tergugahkah kita?(adk )