Ketua Kerukunan Keluarga Tabot (KKT), Achmad Syiafril Syahboeddin

Ketua Kerukunan Keluarga Tabot (KKT), Achmad Syiafril Syahboeddin

Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Ketua Kerukunan Keluarga Tabot (KKT), Achmad Syiafril Syahboeddin saat ditemui di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Bengkulu meminta kepada pemerintah untuk menyiapkan dana sebesar Rp 2 juta perbulannya. Dana tersebut diperuntuhkan untuk para penabuh dol dan pengisi acara dalam acara tabot yang sebentar lagi dilaksanakan.

“Kita lihat kalau ada acara seperti itu, kan butuh orang banyak, ada yang memukul dol, ada yang membawa bendera, paling tidak 100 orang, kan butuh biaya yang banyak. Paling tidak pemerintah menyiapkan dana Rp 2 juta untuk mereka melakukan latihan karena ini juga ini utuh dana,” kata Achmad Syiafril Syahboeddin, Selasa (28/07/2015).

Dikatakanya, pada dana yang sedemikian tersebut, ia meminta kepada pemerintah provinsi maupun kota untuk menyediakannya. Sehingga dalam cara yang berselang beberapa waktu lagi tersebut pihaknya bisa memeriakan acara.

“Hingga saat ini pihak provinsi belum memanggil. Kalau mau meriah, contoh seperti kita mau menjemput gubernur, kan kita harus ada atraksi yang menarik supaya enak kelihatannya. Kalau cuma bisu saja tanpa ada sambutan dan kemeriahan tidak akan menarik. Kalau ada yang menjualkan banyak yang datang,” ujarnya.

Selain itu, dengan adanya cara tersebut, pihak KKT juga berenca akan mempromosikan Tabot keluar Indonesia, namun kembali hal ini terkendala pada dana yang disediakan Pemerintah.

“Ada rencana kita untuk go Internasional, Seperti ini juga perlu biaya, untuk promosi dan sebagainya, tapi Pemerintah hingga kita tidak menjemput hal itu. Paling tidak dana yang diperlukan untuk go Internasional itu Rp 12 miliar, kalau sudah go internasional Kementrian pusat bakal memberikan dana kepada kita, bukan Miliaran lagi bahkan bisa triliunan,” jelasnya.(dex)