Bupati Bengkulu Utara, Imron Rosyadi

Bupati Bengkulu Utara, Imron Rosyadi

Bengkulu Utara, kupasbengkulu.com – Program Pembangunan Kota Terpadu Mandiri Lais Giri Mulya dan Ketahun (KTM Lagita) Kabupaten Bengkulu Utara, yang merupakan program dari Kementerian Transmigrasi. Saat ini tahapan pembangunannya menjadi macet dan terkesan terbengkalai.

Sementara Pemerintah Daerah (Pemda), sebelumnya program KTM telah dikucurkan anggaran Rp 20 Miliar, untuk pembebasan lahan. Hal itu dikatakan Bupati Bengkulu Utara, Imron Rosyadi kepada kupasbengkulu.com

“Saya sangat menyayangkan sekali dengan kondisi KTM di Bengkulu Utara ini. Disamping mubazirnya anggaran yang kita keluarkan, terbengkalainya sarana yang sudah ada dilokasi KTM itu sendiri,” kata Imron.

Dia menjelaskan, melihat kondisi pembangunan serta fasilitas yang ada di KTM Lagita yang belum terselesaikan sesuai apa yang diharapkan. Akibat kebijakan dari pemerintah pusat dengan membuka lahan KTM yang baru dibeberapa kabupaten. Dengan kebijakan itu, akan beimbas pada kelanjutan tahapan pembangunan yang ada di KTM tersebut. Sementara untuk meneruskan pembangunan dengan mengandalkan APBD Bengkulu Utara tidak akan mungkin.

“Sebelum program tersebut dilaksanakan,pemerintah daerah telah mengundang menteri Transmigrasi untuk melihat secara langsung situasi dan kondisi lahan KTM. Pemetaan dari lokasi KTM tersebut, wilayahnya strategis dan tidak berada jauh dari pemukiman masyarakat,” demikian Imron.(jon)