Senin, Januari 17, 2022

KwH Terancam Diputus, Said : Di Pemda Ini Masih Ada Genset

Baca selanjutnya

SYAYUTI,S,IP KETUA TIM PENERTIBAN PEMAKAIAN TENAGA LISTRIK
Ketua Tim Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) Syayuti

kupasbengkulu.com – Soal indikasi 2 Kilo watt Hour (KwH) penambahan daya tanpa izin dari pihak PT. PLN Rayon Arga Makmur menjadi buah bibir para konsumen. Diskrininasi serta pembiaran yang dilakukan oleh pihak PLN sendiri tidak melaksanakan Undang-undang yang berlaku, dan ada kesan tebang pilih serta pembiaran. Padahal, berbicara masalah konsumen, tidak ada pemerintah maupun swasta, semuanya sama. Hal itu dikatakan Beni warga Tegal sari Kecamatan Arga Makmur.

“Kita sangat menyesali sikap perusahaan, PT.PLN tidak tegas dalam menegakkan aturan. Apa karena yang berbuat itu kantor pemerintah. Saya kira status sama yaitu konsumen. Sejauh ini,aturan itu berlaku bagi masyarakat. Ada temuan, serta menunggak pasti pihak PLN mengambil tindakkan tegas dengan memutus jaringan,”singgung Beni, Kamis (11/8/2014).

Lain lagi yang dikatakan Maneger PT. PLN Rayon Arga Makmur Bengkulu Utara Heru Purnomo didampingi Ketua Tim Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) Syayuti kepada kupasbengkulu.com, Kamis (11/9/2014), terkait prosedur hasil temuan dilapangan, ia sendiri sudah merekomendasikan kepada pimpinan untuk mengambil tindakan sesuai dengan aturan yang berlaku. Alasannya,yang berhak memerintah bawahan adalah atasan.

“Kita sudah merekomendasikan kepada pimpinan dengan dilengkapi data yang jelas. Saya sebagai bawahan menunggu perintah dari atasan. Seharusnya kasus itu harus dilakukan pemutusan. Saya secara pribadi dan mengetahui aturan memang mendesak pimpinan mengambil langkah tegas,” ujar Syayuti.

Bupati Bengkulu Utara Imron Royadi didampingi Sekdakab Said Idrus Albar kepada kupasbengkulu.com diruang kerjanya mengatakan, jika memang keinginan pihak PT.PLN akan mengambil langkah sesuai dengan aturan yang berlaku silakan saja. Tetapi untuk diketahui, tidak mungkin ada asap kalau tidak ada api. Artinya, adanya alat tersebut, tentu ada oknum bermain dari kedua belah pihak.

“Kalau mau diperpanjang silakan saja. Sekiranya menemukan jalan buntu dengan memutus jaringan tidak ada masalah. Meskipun menggunakan arus listrik PLN, kebutuhan tidak mencukupi. Kan di Pemda ini masih ada Genset,” demikian Idrus. (jon)

- Advertisement -

Pemprov Undi Nomor Area Tanggungjawab OPD di Kawasan Pantai Panjang

Kupas News – Dipimpin Sekda Provinsi Bengkulu Hamka Sabri, Tim 13 Pengelolaan Pantai Panjang Pemprov Bengkulu, lakukan sidak (pemantauan langsung) terhadap kebersihan, ketertiban penempatan...

Ridho Rahmadi Ingatkan Siswa MTs Roudlotur Rosmani Lebih Produktif

Kupas News – Dalam kunjungan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Ummat Ridho Rahmadi di MTs Roudlotur Rosmani, Kamis (13/1) mengingatkan anak-anak muda...

Jelang HPL Terbit, Pemprov Bentuk Tim 13 Atasi Pengelolaan Pantai Panjang

Kupas News – Pasca pelaksanaan gerakan bersih Pantai Panjang Bengkulu bersama Forkopimda dan organisasi masyarakat peduli kebersihan pantai, Pemprov Bengkulu kian memantapkan langkahnya kelola...

Gubernur Rohidin Kunjungi Universitas Al Azhar Indonesia Bahas Kerja Sama

Kupas News – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah melakukan silaturahmi ke Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) di Jakarta. Berbagai hal dibahas dalam lawatannya pada Kamis...

Grand Opening Kafe Harsa Eat Terobosan Menu Andalan Unik di Bengkulu

Kupas News – Sebagian besar pelaku usaha kafe berlomba-lomba mengkreasikan desain tempat usahanya untuk menarik pelanggan. Terutama bereksperimen dalam sajian menu hidangan kemudian persaingan...

Terbaru