Situasi berkabung dirumah duka, pasca kepergian almarhumah Jesika.

Situasi berkabung dirumah duka, pasca kepergian almarhumah Jesika.

Bengkulu Tengah-Kupasbengkulu.com– Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkulu Tengah di Kecamatan Taba Penanjung, di duga melakukan malpraktik terhadap bayi baru lahir bernama Jesika yang kini telah dipanggil Tuhan Yang Maha Esa.

Kecurigaan ini muncul, setelah diketahui kalau almarhumah Jesika mengalami patah tangan dan memar di dadanya, pasca kelahiran di RSUD Benteng.

Menurut Eti, nenek almarhumah, cucu cantiknya itu lahir pada hari Minggu (21/2/2016) lalu, melalui proses persalinan normal. Setelah lahir, cucunya diketahui patah tangan. Tentu saja dirinya kesal pada pihak medis rumah sakit, sebelum akhirnya cucunya di bawah pulang kerumah, RT III Kelurahan Taba Penanjung, guna mencari pengobatan tradisional pada lengan cucunya yang patah, namun pupus.

“Pada saat melahirkan, saya berada di ruangan persalinan. Saya lihat memang keadaan mengkhawatirkan dan proses yang sulit, sehingga saya menjerit histeris melihat keadaan cucunya ditarik paksa dokter”, cerita Nenek Eti.

Nenek Eti merasa kecewa dengan pelayanan rumah sakit. Seharusnya pelayanan medis serta memperhatikan alat kesehatan yang ada . Dari lahir hingga cucunya menghebuskan nafas terakhir, Senin (29/2/2016), almarhuma Jesika merupakan anak kedua dari buah hati Yudi (21) dan Siska (20) tahun yang kini merasa terpukul.

Apalagi Siska mengingat saat dirinya melahirkan, memang kondisi fisiknya lemah, sehingga sempat tidak sadarkan diri kala itu.

“Terkejut, tidak habis pikir. Siska seolah tidak percaya mendapat kabar dari pihak rumah sakit kalau anaknya mengalami patah di bagian tangan kirinya, saat proses melahirkan. Sejak lahir hingga di usianya 9 hari, anak saya tak henti-hentinya menangis” jelas Nenek Eti “.

Penulis: M.supratman efendi