Sabtu, Desember 4, 2021

Managemen RSUD ‘Curhat’ Dengan ORI Bengkulu

Baca selanjutnya

Monitoring Pelayanan Publik Di RSUD M.Yunus 2
MONITORING : ORI Perwakilan Bengkulu, Kamis (16/1/2014) memonitoring RSUD M Yunus Bengkulu. Tampak, Managemen RSUD saat menerima Kepala ORI Perwakilan Bengkulu.

kupasbengkulu.com – Kepala Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Bengkulu, Herdi Puryanto, SE mengatakan, manageman Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus Bengkulu saat ini mulai membenahi pelayanan. Selain itu, dari RSUD akan mengedepankan pelayanan yang cepat, tepat serta terjangkau kepada para pasien kurang mampu sesuai dengan standar pelayanan di rumah sakit. Hal tersebut diketahui, setelah pihak manageman RSUD menyampaikan Curahan Hati ‘Curhat’ kepada Kepala ORI dan Asisten ORI, Irsan Hidayat, S.IP saat menggelar monitoring ke RSUD M Yunus.

”Kita mengapresiasi langkah-langkah yang telah dan akan dilakukan manajemen RSUD M Yunus. Langkah itu kita ketahui setelah memonitoring untuk melihat kesiapan RSUD dalam menjalankan program JKN yang baru diterapkan serta sistem pelayanan lain,” kata Kepala ORI Perwakilan Bengkulu, Herdi Puryanto, SE didampingi Asisten ORI, Irsan Hidayat, SIP, usai memonitoring pelayanan kesehatan di RSUD M Yunus, Kamis (16/1/2014).

Ia mengatakan, ORI Perwakilan Bengkulu berencana melakukan supervisi ke masing-masing bagian di RSUD. Bahkan, kata dia, ORI Bengkulu akan investigasi tertutup. Hal tersebut guna mengetahui kekeliruan dan kekurangan tentang standar pelayanan di RSUD segera diperbaiki manajemen RSUD.

”Sesuai anamah UU Nomor 37 tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia dan UU 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, Ombudsman Perwakilan Bengkulu dapat melakukan investigasi tertutup. Ini tidak lain agar kekeliruan dan kekurangan tentang standar pelayanan dapat dibenahi managemen rumah sakit,” jelas Herdi diamini Irsan.

Secara terpisah, Wakil Direktur Bidang Umum dan Keuangan RSUD M Yunus, Edyarsyah menyampaikan, beberapa bulan ini RSUD telah menggunakan manajemen pelayanan berbasis teknologi informasi.

”Ini untuk mempercepat pelayanan dan meminimalisir kemungkinan adanya penyalahgunaan wewenang, karena semua tindakan dan transaksi akan tercatat dalam data induk rumah sakit secara online,” jelas Edyarsyah.

Terkait Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Edyarsyah mengeluhkan, perbedaan standar biaya yang ditetapkan oleh BPJS dengan standar biaya di RSUD M Yunus. Akibatnya, kata dia, RSUD akan terus mengalami kerugian, jila BPJS Kesehatan selaku pelaksana JKN tidak menaikkan tarif biaya berobat masyarakat peserta BPJS.

”Standar biaya dari BPJS itu terlampau rendah. Tapi, dari RSUD tetap melayani pasien peserta JKN. Namun, ini akan dievaluasi awal Februari nanti,” terang Edyarsyah.(gie)

OJK Tetapkan Modal Inti Minimum Bank Bengkulu Sebesar Rp3 Triliun

Kupas News – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan aturan modal inti minimum sebesar Rp3 triliun. Kelonggaran ini diberikan kepada setiap Bank Pembangunan Daerah (BPD),...

Bea Cukai Bengkulu Musnahkan Barang Sitaan

Kupas News – Direktorat Jendral Bea dan Cukai melalui Kantor Pengawasan dan Pelayanan (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Bengkulu, Kamis pagi (2/12/2021) melakukan pemusnahan...

Aksi Demo Warga Tuntut Bupati Mian Tutup PT. Pamor Ganda

Kupas News – Usai beberapa kali menggelar pertemuan dengan manajemen PT. Pamor Ganda tidak membuahkan hasil, akhirnya warga Desa Pasar Ketahun, Lubuk Mindai, dan...

Presiden RI Keluarkan Kebijakan Segera Belanjakan TKDD 2022

Kupas News – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah pimpin penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD)...

Berikut Ini Motor “Offroad” Trail Terbaik Sepanjang 2021

Kupas News – Industri sepeda motor setiap tahunnya selalu mengembangkan berbagai inovasinya. Sudah pasti teknologi dan spesifikasi terkini yang diterapkan pada keluaran terbaru mereka....

Terbaru